Saat ini, aku gatau apa yang sebenarnya aku rasain. Hancur? Gelisah? Sedih? Jika ada kata lain yang lebih buruk dari kata Hancur, makan seperti itulah perasaanku sepertinya. Sudah jatuh tertimpa tangga, apa jadinya nasibku kemudian setelah palu ketuk tanda perceraian itu sudah diresmikan? Ikut siapa? aku anak siapa? siapa orangtuaku setelah ini? Tuhan, saat ini hatiku lebih dari hancur. Aku tak sanggup lagi menjalani ini semua. Ingin rasanya berlari jauh dan tersesat. Aku tidak ingin menemukan jalan untuk kembali pulang :(. Tuhan, aku tau kau Maha melihat, Maha mendengar, Maha Pengasih, tapi apa Engkau Tau skrg bagaimana hidupku hancur? Tuhan, Jika Engkau melihat sekitarku, mengapa tidak sejenak kau lihat aku? Peluk diriku untuk sebentar saja dan izinkan aku pergi bersamaMu. Aku lelah, aku merasa letih menghadapi persoalan tiada henti ini. Aku kehabisan tenaga, kehabisan semangatku. Tuhan, tapi aku bersyukur kau berikan padaku malaikat baru yang memberikan sayapnya untuk memeluk kesedihanku. Memberikan keindahannya untuk menghiburku. Memberikan cintanya untuk sejenak aku melepas penatku. Tuhan, jika kemarin adalah hari yang indah untukku, aku tak ingin senyuman itu berakhir, aku tak ingin sayapnya membawa dirinya pergi lagi dan membiarkanku kembali tersakiti. Tuhan, jika itupun menjadi yang terakhir, aku sudah ikhlas :) aku akan pergi dengan sebuah senyuman :). Terimakasih Tuhan, Terimakasih malaikatku Devi Charlina Marito S
Sabtu, 08 Oktober 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
