Iseng-iseng tapi niat tapi iseng tapi niat tapi tapi tapiiii sapii…
Huehehehe, fotonya konyol apa bego ya? Ini karyanya Egan di lengan saya! Tadinya niat mau bikin inisial A R A aja di pergelangan tangan. A R A itu = Aryaan Rangga Arthur. Tapi waktu liat gambar burung poenix, aku ko suka ya? Jadilah aku pake poenix aja + inisial nama. Eh aku nyeplos nyebut inisial G N yang artinya? Gausah dikasih tau pasti taulah –“. Kepikiran, jadi nya bisa berubah haluan dari A R A jadi G N. Tapi ini kayanya tanganku iritasi deh, soalnya sempet berasa panas dan perih. Tapi aku gak nyesel sih, malah salting sendiri, gila kan? Emang sedang masa rehabilitasi dari sakit jiwa nih saya.
Gak mikirin deh ah saya. Next time mau buatA R A kalo udah punya duit, engga boleh boros saya nih pembaca. Oia setelah kejadian G N, aku jadi punya pikiran buat ……….. RAHASIA dulu ah, gamau ngumbar dulu. Liat nanti aja deh ya? See ya on next posting my readers J. GBU
I’m back! Setelah 2 hari melalui ketakutan luar biasa yang engga tau gimana harus mengatasinya. Dimulai pada hari Jumat 09 april 2010, pagi saat aku bergegas pergi ke kampus. Tiba-tiba saja kakiku bergemetaran tanpa sebab. Ku pikir mungkin akibat udara kurang bersahabat, tapi tak lama kemudian aku terjatuh tanpa sebab. Tak ada seorangpun yang menabrakku ataupun menyenggolku. Aku tak ambil pusing mengapa aku terjatuh seperti itu. Aku terus melangkah menuju kampus.
Kejadian pagi itu tak pernah aku anggap, bahkan aku cuek saja seolah kejadian itu hanyalah kebetulan belaka. Tapi apakah mungkin sebuah kebetulan terulang untuk kedua kalinya bahkan mungkin ketiga kali?
Ya, aku terjatuh lagi tanpa sebab di depan lokerku. Awalnya ketika aku beranjak keluar kelas, kakiku bergemetaran lagi tanpa sebab. Lalu ketika aku hampir menyenuh lokerku, tiba-tiba aku terjatuh. Tapi anehnya aku engga merasakan sakit. Aku engga merasakan apa-apa saat itu. Sekali lagi pada saat itu aku hanya berpikir mungkin aku yang kecapean.
Jumat malam sudah menunjukan pukul 20.00. Aku gelisah, tapi bukan memikirkan kejadian yang aku alami pada hari itu. Entah kenapa aku gelisah, tak tenang, aku engga bisa berkonsentrasi pada tugas-tugasku.
Aarrgggggg… butuh seseorang untuk diajak bicara, tapi aku engga tau apa yang harus dibicarakan. Seperti sebuah dilemma besar dalam diriku. Bergumul sendirian tanpa mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada diriku.
Aku memutarkan Rubik ke 3ku setelah rubiks Cube 3x3 dan Cube 5x5, kini aku sedang mempelajari menyelesaikan Rubiks pyramid. Hanya bertahan 5 menit aku terpaku pada Rubiks pyramidku. Tiba-tiba aku melemparkannya dari tanganku, saat itu aku merasa ada yang mengganggu pikiran dan ketenangan emosiku. Aku kembali gelisah dan takut. Tapi tak pernah tau apa yang sebenarnya aku takutkan. Aku memutuskan datang kerumah Egan dengan maksud agar aku engga kesepian sendiri. Tapi ternyata disana ada teman-teman yang lagi party! Ya siapa lagi biangnya kalo bukan Nobel? Miras lah menjadi teman malam itu.
Sabtu 10 april 2010, dari awal aku beranjak dari tempat tidur kakiku kembali bergemetaran. Aku merasakan tapi ku hiraukan saja, aku gak ambil pusing. Aku kembali pada aktifitasku mengantarkan Koran. Dan setelah ku selesaikan tugasku pagi itu aku melaundry baju-bajuku. Tapi setelah aku pulang dari tempat laundry, ada kejadian lagi yang membuat aku terheran-heran. Saat itu aku sedang menonton re-play NBA, aku haus lalu mengambil segelas air. Tapi aku memecahkan gelas itu karena lagi lagi aku terjatuh!
Dan mulai sulit untuk berdiri kembali, mulai saat itulah aku memikirkan semua kejadian dari hari jumat sampai sabtu ini. Hey kenapa aku terjatuh? Aku engga minum semalam! Aku engga mabuk!. Oke aku mulai ketakutan sendiri, dan bekali-kali terulang lagi aku terjatuh. Aku memutuskan untuk mengirim sms ke mama agar dapat meneleponku.
Dan aku ceritakan semua kejadian dari awal hari jumat sampai sabtu. Aku bilang aku gelisah, aku takut, aku parno sendirian. Dan mamah mengingatkan ‘ kita sudah bahas ini waktu mamah kemarin disana kan? Sekarang kamu yang harus berpikir, apa kamu siap melawan ini semua atau kamu akan membiarkan dirimu kalah?’
Duaarrrr.. seketika ada aliran listrik yang mengalir ditubuhku yang mungkin menghentikan detak jantungku. Jadi ini maksud 3 hari belakangan ini? Tuhan tolong kasih aku kekuatan untuk menghadapi ini semua. Aku pasrahhh
Maaf pembaca, bila pada 2 postingan terakhirku aku seolah berani tegar untuk menghadapi kehidupanku yang seperti rubiks teracak-acak. Aku bertanggung jawab atas apa yang aku tulis kemarin-kemarin. Tapi bagaimana bila ternyata aku belum bisa menyelesaikan tanggung jawabku atas apa yang aku tulis? Bagaimana bila ternyata aku belum sanggup menjalani seperti apa yang aku tuliskan untuk MOVEON! Aku malu, aku berani menulis, membentuk kalimat yang mendorong diriku sendiri untuk bangkit, tapi dalam kenyataannya aku masih saja RAPUH.
Tuhan, aku tidak mau dan tidak berhak protes dengan apa yang terjadi saat ini dalam hidupku. Memang rasanya begitu sulit melepaskan bayang-bayang dirinya dari hidupku. Disaat aku mulai untuk bangkit, disaat itupula aku terjatuh. Ada sebuah lagu
Ku tahu ini jalan yang terbaik untuk kita
Meski harus sakitnya terasa menikam jiwa
Untuk berpisah denganmu
Dan hilangkan semua rasa yang ada
Tak pernah terpikir olehku
Reff:
Lupakan saja cerita kita
Yang mungkin pernah tertanam dalam hati
Memang tak mudah berlari jauh
Meninggalkan manis senyummu
Kau yang pernah singgah di hatiku memberi damai
Namun perbedaaan antara kita memupuskan itu
Kini ku jauh darimu mencoba melawan hasrat yang ada
Sungguh tak terfikir olehku
Aku gak mau cengeng yaAllah, tapi dalam kenyataannya lagu ini memang menguak emosi jiwaku. Kenapa aku gak bisa mengendalikan perasaanku? Aku sudah terlanjur berucap tak akan lagi mengusik hidupnya. Tak akan adalagi wanita lain setelah dirinya. YaAllah kalau ini putaran Rubiks yang harus ku jalani, berikan aku kekuatan untuk terus berputar menjalani hidup yang sudah kau takdirkan.
Saat dimana aku menuliskan tulisan bodoh diblog ini, hanya Engkau yang tahu keadaan ragaku, batinku, jiwaku, hatiku dan pikiranku. Hanya Kau yang tahu misteri yang tersembunyi dibalik mata dan senyumku.
Mommy (Andi) sempat menemani aku mengobrol dan dia bilang
“Maybe, you should try diff gender for once *just kidding sonny-boy*”
My answered “hha, Maybe Yess”
Then he said “Men are less emotional and not as ‘labil’ as women though”
“LOL. Hha”
Dan tahu apa yang aku pikirkan? Aku mulai memikirkan apakah aku akan sama seperti mereka? Dalam waktu dekat ini? Pikiranku mulai terbanting, teracak-acak, kalimat itu terngiang di telingaku, di benakku. Apakah aku akan mencoba seperti mereka? Apalagi tepat sekali aku pernah bersumpah “engga akan adalagi wanita lain setelah kamu” ke Doi.
Arrggghhhhhhhh….
Aku harus bagaimana sekarang? Aku engga boleh begini. Tapi aku Rapuh, aku retak sedikit saja disentuh maka aku akan hancur dan hanya bersisa sebagai kepingan yang tak berharga lagi. Perasaan ini engga tahu harus aku luapkan kemana lagi, tumpahkan kemana lagi dan aku yang merasakannya sendiri penuh disesaki airmata.
Tapi lihat gambar yang ku unggahkan dalam postingan ini “Go Fix your self”
Mungkin seperti itupula cara Tuhan mengisahkan kisah hidupku. Engga akan ada orang yang bisa membenahi hidupku kecuali diriku sendiri. Dan mengingatkan kembali pada postingan sebelumnya tentang CUBER sejati, aku gak boleh nyerah. Aku harus bisa mencoba berdiri lagi dengan kakiku sendiri.
Eh pas banget nih, waktu nulis ini ditemani lagu “kekasih sejatiku adalah kesunyian” by closehead. Gini liriknya :
Kekasih sejatiku adalah kesunyian
Di dalam kegelapan dan ku ingin menjadi terang kembali
Merasa kehilangan hanyalah perasaan
Dalam kesendirian yang ku ingin sosok terangmu kembali
Semua langkahku kan ku raih
Saat ku terang kembali
Dulu kakiku hanyalah beralaskan setapak tanah
Kepalaku pun hanya beratapkan langit gelap
Kekasih sejatiku hanyalah kesunyian
Didalam kegelapan yang ku ingin sosok terang
Wah, lagu ini memberikan suntikan support lagi buat aku. Aku ingin jadi terang kembali dan meraih langkah-langkah putaranku.
Oke pembaca, bantu doa untuk aku memulai bangkit dari kerapuhan ini ya. Selama apapun waktu yang Tuhan berikan padaku untuk merasakan perih ini, aku akan belajar untuk ikhlas. Seberapa lamapun aku harus menjalani kegelapan dan menunggu terangku datang sampai bumi ini kembali gelap tak berkehidupan, selama itu pula nafas ini menghembuskan “ku selalu milikmu yang menyayangimu sepanjang hidupku”
Ini lanjutan tentang Rubiks yang menjadi cermin sebuah kehidupan.
Di twitter, temennya mantanku (Omnie) kemarin beradu argument sama aku.
Aku update twitter “ that’s why I Love my Rubiks, find the rite way to complete and solve them. And absolutely find the rite way to live our life”
Terus dia RT “ If life’s easy, Rubiks kan ada rumusnya, asal hafal 1 menit juga selesai”
Kalau dibahas Via twitter engga akan cukup beragument. Aku sempet mikir apa yang dia bilang itu benar, ternyata Rubik situ memang tak sesulit kehidupan. Tapi setelah aku pikirin dan aku lihat dari kenyataan hidup yang sudah aku rasain. Rubiks memang bisa digambarkan seperti kehidupan.
Sisi-sisi kehidupan yang teracak kini membutuhkan rumus untuk menyelesaikan, rumusnya adalah kesabaran, pengertian, pemahaman tentang hidup itu sendiri. Kita engga akan pernah bisa menyelesaikan sebuah Rubiks, kalau kita sendiri engga memahami Rubiks itu sendiri apa dan seperti apa. Sama seperti sebuah masalah/ujian/beban hidup, kapan kita akan menyelesaikannya kalau kita sendiri engga memahami masalah/ujian/beban hidup itu wujudnya seperti apa dan bagaimana. Rumusnya adalah, sabar, relax, berkonsentrasi, tekun, memahami, mengerti, mencari jalan dan berdoa.
Setelah kita bersabar, maka coba untuk relax dan berkonsentrasi memahami kehidupan yang kita jalani, setelah kita mengerti inti dan berdoa maka jawaban pasti akan terbuka. Sama seperti bermain Rubiks yang diputar-putar untuk menemukan jalan kembali kepada pasangan warna pada tiap sisinya. Engga perlu tegang menyelesaikan Rubiks, cukup relax, tenang dan santai.
Pada kenyataannya yang dibilang Omnie itu memang benar, kehidupan itu lebih sulit daripada menyelesaikan Rubiks. Tapi kita lihat dari sisi lainnya, kehidupan itu bersifat Hidup sedangkan Rubiks adalah benda mati yang hanya berpaku pada sentuhan manusia yang memainkannya. Kalo aku boleh ibaratin, manusia juga sama, kita berpasrah pada Tuhan yang mengisahkan hidup kita. Bedanya, kita bukan benda mati, kita hidup untuk melanjutkan apa yang diberikan Tuhan dan akan menempati apa yang dijanjikan Allah swt yaitu SURGA. Kita mempunyai hati, akal sehat, emosi dan arah hidup yang mungkin seperti sebuah Rubiks yang telah teracak-acak dan butuhPENYUSUNAN.
Aku engga bilang kalo Omnie salah, pendapat dia itu benar. Aku cuma mengibaratkan Rubiks dan Cubers itu mirip dengan kehidupan manusia. Perlu strategi untuk menyelesaikan Rubiks dan perlu strategi untuk kita melanjutkan hidup agar tidak tersesat dan jatuh. Terutama untuk pelajaran agar tidak putus asa dan terus tekun bersemangat.
Aku menggambarkan 2 orangCUBERssedang memainkan Cube miliknya yang sudah teracak-acak. Ketika mereka mulai menyusun Cube’nya, dan ditengah jalan mereka menemukan kesulitan untuk menyelesaikan Cube. Salah seorang Cuber menghentikan permainnya dan menyerah dan Cubers kedua menarik nafasnya, memperhatikan kembali Cube miliknya yang masih teracak, dia memperhatikan Cube yang berada ditangannya sejenak dengan berkonsentrasi dan berfikir dan kembali memutar Cube miliknya tanpa menyerah hingga dia berhasil menyelesaikan Cube’nya meski dengan waktu yang lama.
Coba kita pilih jalan mana yang akan kita ambil? Membiarkan Cube yang aku ibaratkan sebuah ujian dalam hidup kita atau kita akan menarik nafas, memperhatikan, berkonsentrasi dan berfikir untuk menyelesaikannya meski memerlukan waktu yang cukup menguras tenaga?
Cubers pertama bukanlah Cubers sejati, dia tidak mampu berusaha menyelesaikannya. Samakah kita dengan Cubers pertama yang menyerah? Apabila kita stuck di tempat tanpa melakukan penyelesaian dari segala beban yang terjadi di hidup kita? Istilah kasar aku gunakan ialah seorang PECUNDANG.
Aku bukanlah seorang yang sudah bergaul dengan Rubiks, aku baru mengenalnya dari beberapa temanku yang memang menyenangi Rubiks. Tapi permainan ini memberikan support luar biasa dalam hidupku. Mengalihkan sejenak rasa dukaku, jenuhku dan bebanku. Membuat aku berfikir, membuat Otakku tidak malas, membuat aku mengisi waktuku dengan baik dan bermanfaat. Memberikan aku pemahaman baru tentang hidup yang ku gambarkan sebagai sebuah Rubiks, mendorongku menjadi manusia seperti Cubers sejati yang mampu menyelesaikan Rubiksnya dengan tenang meski harus melewati waktu yang panjang. Dan dari pemahaman ini juga aku belajar, bila aku mengerti dan bersikap tenang aku dapat menyelesaikan, membuang, menjinakkan beban dalam hiduku dengan sempurna. Aku belajar mengendalikan emosi, perasaan, hati, jiwa, batin dan arah hidupku. Dan mungkin lama-kelamaan tak butuh waktu lama untuk MOVEON !kembali lagi menjadi manusia utuh, yang akan siap di acak dan di uji lagi dan siap untuk menyelesaikannya kembali dengan mudah karena terbiasa dihadapkan dengan berbagai acakkan (ujian) yang akan diberikan Tuhan. Buat teman-teman yang baru bergabung dengan dunia Rubiks, selamat berjuang ya J.
CUBERS a.k.a depressedkids
Gagasandoval
*nb : dari sebuah benda mati aja Tuhan masih bisa kasih pelajaran unik. Ayo guys kita bangkit sama-sama. Jangan lari dari beban, tapi selesaikan dan lewati. Lihat kedepan dan berjalanlah !
Aku adalah aku yang aku jalani
Seperti barisan sel pada rubik
Aku berwarna tapi tak sedang menyatu
Aku cerah tapi rapuh
Berputar mencari keindahan
Penyatuan sebuah kisah yang tak pernah pudar
Lahir diantara 2 rasa bernama sayang dan cinta
Meski kali ini hanya tertelan dalam dada
Tapi aku terus berputar
Meski ribuan kali tersesat
Aku tetap mencari arah hidupku
Sampai aku menemukan keindahan dibalik misteri kisah cinta dan hidupku.
“Tuhan, aku berjalan menyusuri malam, setelah patah hatiku. Aku berdoa semoga ini terbaik untuknya”
Patah hati? Gak ada seorangpun di dunia ini yang mau dan bersedia merasakan sakitnya patah hati.
Kita sudah memutuskan untuk gak lagi menjalin hubungan. Dan kita mungkin menangis, entah apa yang kamu rasakan dan aku rasakan mungkin sama mungkin tidak. Tapi aku KEHILANGAN.
Saat ini hanya Rubik yang mampu mengalihkan sedihku sejenak. Kalau boleh aku jabarkan, saat ini Jiwa, Hati, Perasaan, Pikiran, Emosi dan Hidupku, ku gambarkan seperti sebuah Rubik Kubus dengan 6 warna berbeda antara sisi satu dengan yang lainnya. Yang pada awal kita buka dari pelastik pembungkusnya, masing-masing sisinya terbentuk oleh 9 kotak yang sewarna. Sama seperti pertama kita dilahirkan kedunia, belum teracak.
Tapi kugambarkan saat ini 6 warna itu tak lagi menyatu, tak sempurna, perlu sentuhan untuk menyusun dan menyempurnakannya kembali ke dalam masing-masing warna pada tiap sisinya.seperti sebuah perjalanan hidup. Begitulah Jiwa, Hati, Perasaan, Pikiran dan Arah Hidupku, berantakan tak pada keindahan bila tiap warna itu menyatu. Aku butuh waktu untuk mencari dan menyusun Rubik tersebut agar kembali pada tiap-tiap sisi dengan kesatuan warna yang seragam. Begitupun aku harus menyusun hidupku kembali yang teracak-acak. Dan Rubik tak mungkin menyusun sendiri warnanya, aku butuh sentuhan dan sebuah pikiran. Dan aku tahu sentuhan itu adalah Tuhanku pemilik hidupku. Semuajalan untuk menyempurnakan hidupku, aku pasrahkan kepada ALLAH swt. Meski harus berputar dan tersesat dahulu, aku tahu akhirnya akan sempurna dan indah.
Dan Rangga yang kini hidupnya bagaikan Rubik yang teracak dan mencari jalan untuk menyusun dan menyempurnakannya kembali yang merupakan akhir dari pencarian yang panjang dan rumit.
Salah kamu bilang aku gak mikirin perasaan kamu, salah kamu bilang aku dengan gampangnya BERNOSTALGIA tanpa mikirin perasaan kamu. Kamu engga tau rasanya tiap kali aku menahan rasa kangen aku untuk sekedar basa basi ke kamu. Aku gak bias lakukan itu, tau rasanya? PERIH. kita harus mencoba untuk bangun dan berdiri lagi. Bernostalgila mungkin bisa sedikit mengalihkan pikiran aku dari kamu, tapi ternyata aku kembali melakukan kesalahan, ternyata kamu sakit dengan sikap aku lagi. aku minta maaf. Aku tau kita berdua sudah jatuh, tapi kamu selalu bilang “kamu baik-baik ya? Takcare, GBU”.
Kamu inget? Terakhir aku bilang “aku gak akan mengusik hidup kamu lagi”. Sekaranglah bagian tersulit dari perjalanan kisah aku dan kamu. berhenti mengusik dan segera keluar dari hidup kamu. Jadi aku berusaha mengalihkan semua pikiran aku tentang kamu ke dalam bentuk apapun terutama mungkin aku mencoba mengasyikan diri dengan bergelut dengan Rubik. Tapi kamu tau? Itu hanya sementara, ketika aku stuck dan tak bisa berbuat apa-apa lagi, dalam hati ini lahir lagi rasa kangen sama kamu. Tapi aku sudah berjanji untuk gak ngusik kamu lagi, aku harus bertahan untuk ini. Harusnya kini kita sudahi rasa sakit kita berdua, aku juga gamau kamu simpen rasa sakit sendiri.
Terimakasih kamu masih menanyakan keadaan aku, tapi mungkin rasanya sudah cukup. Aku salah, aku meminta maaf sama kamu, maaf sebesar-besarnya atas semua-semua kelakuan aku yang buat kamu kecewa.
Kamu harus berdiri lagi dan kita sudah berjalan masing-masing, kembali kepada hidup yang berbeda. Bukan aku sudah gak sayang sama kamu, tapi keputusan kamu mungkin sudah bulat dan kita harus kuat menjalani semuanya.
Kita sudah terlepas dari suatu hubungan, tapi mungkin hati dan pikiran kita belum terlepas satu sama lain. Tapi aku berharap kamu bisa lepasin aku dari pikiran kamu. mungkin lebih baik kamu melupakan aku, kita hentikan penyiksaan ini. Jujur berkali-kali aku bertahan untuk tidak mengusik kamu lagi. Kamu menanyakan keadaanku, aku bimbang untuk menjawabnya karena teringat “aku gak akan mengusik hidup kamu lagi”.
Semoga kamu mengerti maksud tulisan ini, maaf aku hanya sanggup bicara lewat tulisan bodoh ini. Karena aku masih memegang kalimat “aku gak akan mengusik hidup kamu lagi” dan aku takut untuk melanggarnya.
Dan mungkin memang benar yang kamu bilang “It’s Over”, semuanya mungkin sudah berakhir dan aku terlambat menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya.
Terimakasih untuk semua cinta kasih yang pernah kamu berikan sama kamu. terimakasih untuk rasa damai yang kamu berikan dalam hidup aku. sekali lagi aku minta maaf hanya berani menyampaikan semua lewat tulisan ini. Doaku semoga kamu sadar ada seorang lelaki di dekat kamu yang menyayangi kamu tulus dan jauh lebih baik dari aku. Semoga kamu temukan cinta di hatinya dan kamu bahagia selamanya. Amiin. GBU. Dan aku mencoba belajar berlapang dada.
“Mungkin aku tidaklah sempurna, tetapi hatiku memilikimu sepanjang umurku. Mungkin aku tak bisa memiliki dirimu seumur hidupku”