Selasa, 30 Maret 2010
That Should Be me
Rumors spreading 'bout this other guy
Do you do what you did when you
did with me
Does he love you the way I can
Did you forget all the plans
that you made with me
'cause baby I didn't
That should be me Holdin' your hand
That should be me Makin' you laugh
That should be me This is so sad
That should be me That should be me
That should be me Feelin' your kiss
That should be me Buyin' you gifts
This is so wrong, I can't go on,
till you believe that
That should be me
That should be me
Yeah,
You said you needed a little time
for my mistakes
It's funny how you use that time
to have me replaced
But did you think that I wouldn't see you out at the movies
Whatcha doin' to me
you're taken' him where we used to go
Now if you're tryin' to break my heart
it's working 'cause you know that
I need to know should I fight
for our love for this long
It's getting harder to shield
this pain in my heart
Rabu, 10 Maret 2010
wish and thanks
Nothing more painful than arguing with parents and they no longer speak to me. Especially for a month, even at the date of March 11 they may also forget today is my birthday. Well guys, if anyone asks why Gaga rarely seen? Sorry friends? I have many problems on my own responsibility by
Conflict with parents is not good. and I was the victim of parental selfishness. LEBAY hha ah. I can not tell the details, but you know I need your support and provide incredible support for me. Tx. 1 person told me "if they were selfish with you, you do not follow-up selfish huh?" Thank you, you have reminded me to not follow-up selfish.
Sad to be like in this situation, waiting for them to remember or not that I miss them, today is my birthday. let's bet? I bet they will not remember my birthday and there will be no words "HAPPY BIRTHDAY" from them. HHA
But you'all guys entertaining me with your attention, thank you all.
The age of 19, I expect 19 times more mature, patient, responsible, humble, more successful and better than before, which would be more exciting and more intelligent
I Would say thanks to
Kikey :
My bestie who always support all ma way. thankoyu bbe for your love and keep our friendship :).
Andres :
Sorry I made you was frightened with my depressed behavior, thanks for all support and for the bday greeting :).
Vanya :
She always said "You got me as your sista, bro :)" thanks vanya
Ayyas :
Thanks tomat, thank you, you were always there while I was falling. and you always loving me :).
I would like to open a secret guys, yesterday she said something to me 'I want a boyfriend, you dont wanna be my boyfriend huh?. hha
NazzAndi :
My Step Mom tx for ur advice ya! Still be my Mom forever nd ever. Andres, tx for bring this person into my life :).
Radit :
My best friend, thanks for entertaining me with your act. hha KONYOL.
Yuli :
Hello members of fireworks? ? Sorry I just came, busy :p. thanks for the greeting, attention. Hopefully more and more crowded fireworks exploded. HAHAHAHA
Thanks To my Fuckin friend CHRIS, we would never be a Good Friend !
BIG THANKS TO EGAN nd BNL for the autis time, we dance we sing we laugh all day and thats all more fun with you'all
"Shorty is Eenie Meenie Miney Mo Lova" hha can't stop laughing Man !
Nyta :
thanks beautiful fairy, to smile, for your patience, for the strength you gave to me. ILOVEYOU MORE <3
Tx echa, Reno, Dias, 67, RR, BNL, Tents, Bella, Nobel, Muchiko
I can not write all one by one, not fit. Hhe. But thanks all of ya! because of you, I was able to again for stepping up and raise my leg. Tx for the greetings
Thankyou my Lord ALLAH swt
Thanks for the morning star, day and night sky cried tears of sadness fall awake and laughing throughout my life in transit. THANKYOU ALL.
I just want to reward 'restore good relations between me and my parents'
-Depressedkids-
Senin, 08 Maret 2010
what's friends are for ?
berkumpul kita semua, disitulah kejayaan
dengan segala kesombongan
dimana kita melangkah,
disitu kan diingat jejak kaki kita di waktu dulu
canda tawa tak pernah pudar
haruskah pasir itu hilang ?
hilang tersapu debur ombak, terbawa waktu
kita kan slalu terbang bersama
dilangit putih, di awan biru, bermandi cahaya emas
bagai elang perak merajai langit dengan segala kepongahannya
kurasakan peluhku, ku cicipi darahmu
bagai macan dan singa, bersama kita
berbagi harta, berbagi nasib, bersatu iman
tak percuma dirimu, tak sia-sia aku ...
mengorbankan jiwa, menjual harta
walau dia katakan aku ini gila, kamu ini sinting
kita itu edan semuanya
aku tak pernah perduli, dizaman ini
hanya harta, hanya kekuasaan, demi pengakuan
sungguh aku ingin tertawa
apa arti semua itu dibanding kita ?
bila daun sudah menguning dan laut pun mengering
sesuatu yg kupanggil sahabat selalu dihatiku
tak terbakar api, tak tua oleh waktu
tak terpisahkan jarak, sungguh tak terhalang
kita tlah berjalan jauh, sejauh mata memandang
kita tlah bersama, selama waktu berdetak
dan lihatlah, jejak sepatu kita
masih berbekas .. tak akan terhapus ...
itulah keabadian
itulah persahabatan
Minggu, 07 Maret 2010
freedom man
Rasanya aku bosan untuk meninggalkan jejak saat hidup di dunia ini. naïf kalau kubilang aku ingin meninggalkan kehidupan ini, sekarang … pada saat aku ingin sekali menikmatinya. Masa yang kata orang adalah masa terindah dalam hidup. Waktu-waktu inilah kau rasanya ingin berteriak sekeras-kerasnya hingga pita suaramu robek dan terkoyal-koyak, tetapi kau tau kau tidak dapat melakukannya. Kau tidak dapat berbuat apa-apa untuk mengubah keadaan itu. Kau hanya bisa pasrah.
Aku tahu, tidak banyak yang bisa dilakukan seorang anak remaja yang baru berusia 19tahun, belum ada apa-apanya! Paling hanya jadi ketua team olahraga atau klub ‘tetek bengek’ lainnya lagi.
Aku RANGGA, bukan orang sembarang orang, bukan anak sembarang anak. aku hanya ingin mencicipi sedikit dari begitu banyak hal yang dinikmati orang-orang di dunia ini. hal yang terkadang lolos dari pikiran kita, melupakannya dan akhirnya baru menyadari bahwa kita begitu membutuhkannya karena dia lebih penting di dunia. Hal bernama “KEBEBASAN” yang masih kupertanyakan pada diriku sendiri. Tak lebih dari 1 kata, tak lebih dari 10 huruf, dan tak sulit mengucapkannya.
Pernahkah kau bayangkan apa yang akan terjadi, senadainya untuk berfikir pun kau dilarang? Kau hanya bisa menurut pada apa yang diajarkan kepadamu dan percaya sepenuhnya pada hal tersebut, seperti anak kecil yang tidak menolak ketika ditawari permen Sugus oleh Teletubies warna-warni yang menggemaskan. Pernahkah terpikir jika kau tidak boleh menggerakkan kelilingking kirimu sampai kau diperbolehkan untuk itu? Yang paling parah adalah bila kau dilarang untuk berperasaan! Bahkan orang yang tidak tau apa itu cinta dan belum pernah merasakan cinta seumur hidupnya pasti menyadari kala cinta itu datang kepadanya meski tanpa di undang, tanpa disangka.
“semua orang tahu harumnya bunga mawar, tapi dapatkan kau mendeskripsikan harumnya dgn kata-kata? (Confucius)”
Lantas apa enaknya jadi manusia bila selalu dibatasi ? Aku yakin kau sendiri belum tentu bisa menjawabnya. Seandainya dibikin forum diskusi tentang hal itu, mungkin bakal tercipta polemic baru yang tidak akan selesai dalam hitungan bulan. Tidak ketinggalan lusinan dus air minum kemasan untuk menelan haus orang-orang berkepala batu yang selalu menggangap dirinya paling benar. Begitulah mental orang tuaku, mama dan papaku
Apa dia pikir karena telah menghidupi keluarganya maka dia boleh menggangap dirinya paling benar ? apa karena dia yang memberi makan diriku sejak kecil maka aku harus menuruti setiap perkataannya tanpa ba-bi-bu sedikitpun? Apa aku sebagai seorang manusia yang dibekali akaln dan pengetahuan tidak berhak untuk menjadi diri sendiri?
Entah sudah berapa kali beliau berkata “Kalau kamu nggak mau denger apa kata Papa, kamu boleh ko keluar! Pergi
Ucapan santai itu selalu mengakhiri perdebatan kami jika ku utarakan keinginanku . saat kalimat tersebut meluncur dari bibirnya, berarti sudah final answer. Tidak ada satupun di dunia ini yang mampu mengubah keputusannya. Aku pernah berpikir mungkin kalau kematian atau hal-hal mengerikan semacamnya terjadi padaku, kepalanya yang lebih keras dari batu baru akan luluh. Tapi ternyata tidak juga.
“Coba hidup ini kayak game, bisa di-loading ulang kalau aku sudah mati …”
Perasaan apa yang muncul di hatimu jika mendengar papamu sendiri orang yang selama ini kau hormati berkata begitu kejam? Apa yang mungkin terlintas di otakmu ketika kau tau bahwa orangtua mu tidak menginginkan kebahagiaan untukmu? Dia hanya ingin kepatuhan, bukan sebagai anak tapi mungkin sebagai budak!
Aku tahu, usia belasan adalah masa puberitas atau ABG. Masa yang tanggung untuk seorang anak manusia, masanya ‘menentang dan melawan kehendak orang tua’. Tapi aku sungguh tidak menyangka kalau keinginanku untuk ‘memberontak’ begitu kuat dan menggelora. Bukan dalam arti seperti teman-teman lain yang suka menghabiskan waktu dan ‘membakar’ uang dengan main game di warnet, Judi atau nongkrong-nongkrong nggak jelas di Mal. Sebaliknya aku lebih memilih untuk berdiam dirumah sekedar, bermain Psp, membaca buku entah komik atau apapun atau bersilat lidah tentang isu-isu terbaru.
“apa sih yang ada di pikiran mereka? Kapan lagi mereka mau mulai belajar kalau bukan sekarang?”
Apa lagi yang lebih membanggakan orang tua selain melihat anaknya berprestasi dan memiliki pergaulan luas serta dipercaya teman-temannya? Aku tidak tahu, tapi aku yakin kebanyakan orang pasti setuju itulah yang paling membanggakan. Betapa irinya hatiku melihat orangtua teman-temanku selalu memberikan selamat kepada anaknya, berupa hadiah pelukkan saat menerima hasil belajar. Sedang orang tuaku sendiri tidak pernah berkata apa-apa walaupun aku selalu berhasil meraih nilai-nilai yang memuaskan. Malah aku dimarahi jika nilaiku tidak berada ditempat yang seharusnya. Aku jadi bimbang, mana yang lebih penting: masa remaja penuh gelora atau zaman ‘keemasa’ yang hanya disesaki persiapan?
Ketika aku memenangi sebuah kompetisi band tingkat provinsi, Papaku malah menghela nafas dan berkata kalau aku kurang kerjaan. Saking kesalnya, nyaris aku melemparkan pialan yang kudapat dengan susah payah itu ke mukanya. Untung saja pujian tulus dari Oma dan Opaku berhasil menyingkirkan pikiran mengerikan itu dari kepalaku.
Aku tidak pernah habis pikir, apa sih yang mereka mau dariku? Memang mereka itu orang perfeksionis, sellau ingin semuanya serba perfect, sempurna! Apa mereka mengalami disfungsi memori di otaknya sehingga tidak pernah mendengar pepatah bahwa ‘segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang sempurna kecuali Tuhan sendiri’? Aku sudah memberikan yang terbaik semampuku tapi dia justru memberiku aku gelar MBA (Masih Belum Apa”) sebagai alasannya.
“Aku jadi malas kuliah,
Lebih buruk lagi, beliau juga memasung kehidupan sosialku. Padahal teori Aristoteles menyebutkan bahwa sudah kodratnya manusia selalu berkumpul (man is by nature a political animal) jadi wajar kalau harus bersosialisasi. Beliau malah tidak senang jika melihat bahkan mendengar aku pergi bersama teman-temanku.
Orangtuaku tidak terlalu memperdulikan kalau aku seorang manusia yang juga perlu teman. Teman dalam arti sebenarnya. Teman yang selalu ada jika dibutuhkan. Teman yang selalu mendengarkan meski dia tidak mengerti apa yang dibicarakan. Teman yang akan membukakan pintu untukmu walaupun kau belum sampai di rumahnya. Teman yang akan menemani juga memegangi tanganmu ketika kau ketakutan saat berada dalam ruang sempit dan gelap. Teman yang memelukmu serta mengatakan bahwa segalanya akan baik-baik saja ketika kau menangis dan tidak tahu harus berbuat apa.
Bagi mereka yang terpenting adalah aku tetap berada dirumah, tidak kemana-mana dan pekerjaanku hanya belajar, belajar dan terus belajar! Karena itulah akhirnya mereka melakukan pengawasan ketat sehingga aku tidak bisa pergi ke sembarang tempat. Aku diharuskan minta izin terlebih dahulu kemanapun aku pergi meski jawabannya hampir selalu kata “TIDAK”. Soal membawa kendaraan sendiri juga tidak ada bedanya. Maka itu aku sering memilih kabur diam-diam tanpa sepengetahuan mereka dan cepat-cepat pulang sebelum mereka tiba dirumah. Seandainya mereka sudah pulang lebih dulu, aku harus siap untuk menerima segala resikonya, dimarahi atau apapun.
“I mish that my parent wasn’t that subborn ..”
sudahlah, tidak bisa kalau keadaannya begini treys!
Aku bosan! Aku muak! Aku mau bebas. Hidup bebas, sebebas-bebasnyaaaa..!!!
Dan kini langkah yang kutapakkan adalah kehilangan keluargaku, orang tuaku, teman, sahabat dan cinta.
Engga ada yang lebih menyakitkan dibanding dicuekin orangtua. Ya, sudah hampir 1 bulan keduaorangtuaku memilih untuk diam dan tak bicara padaku. Sahabatku sudah sibuk dengan dunia mereka, aku tau mereka punya urusan yang lebih penting, dan aku tidak mau tergantung untuk slalu dirangkul mereka. Temanku membawaku semakin jatuh kedalam jurang kehancuran, malam 7maret2010
Dan aku pun terpisah jua …
Dari belenggu ikat kebebasan
Bukan suka yang ku harap ada
Tapi pedih pahit yang begitu terasa …
-gagasandoval
