“Kejujuran adalah sebagian dari mencintai
Bila hati tak mampu berkata apa adanya
Maka jadikanlah mencintai itu
Pelajaran awal bagimu”
Sebait kata indah di atas terlintas kembali di benak Dini, kata itu terucap dari bibir sexy Fay temannya beberapa saat lalu. Ketika mereka duduk di bangku DPR eh SMA. Dini merenngkuh selimut buatan
“Diniii .. ! Lo gak kuliah udah jam 9 nih ?” “fuih .. Dini membuang nafasnya karena dia yakin itu bukan suaranya Joel Madden or Jesse Mc Cartney, tapi suara Dwiky Shinoda kakaknya yang suka teriak.
Dengan malas Dini turun menuju kamar mandi. Di bawah sang kakak telah berdiri dengan melipat-lipat kedua tangannya.
“Gue males Ky ! Kayak gak ada tujuan aja ! “ teriak Dini.
Dwiky mengerutkan dahi seraya merengkuh bahu adik kecilnya itu.
“
“Nggak” Jawab Dini berusaha menutupi masalahnya dengan Diva, kekasihnya itu.
“Kalau ada masalah selesaikan dengan baik-baik” kata Dwiky menasehati adik kecilnya itu.
Siang itu sesuai dengan rencana, Dini bolos kuliah karena malas, begitu juga dengan Fay. Mereka malah jalan di Mall.
“Fay, apa yang harus kita lakukan dengan mahkota yang kita miliki ?” tanya Dini.
Dini memang sedang di buat pusing, karena kekasihnya ingin Dini menunjukan seberapa besar cintanya pada Diva dengan cara ‘SMACK DOWN IN LOVE’ di kamar. Dini bingung karena Diva mengancam, jika Dini tidak mau, hubungan mereka akan berakhir karena Dini dianggap tidak mencintai Diva.
“ya kita harus menjaganya” jawab Fay
“Kalau orang yang kita cintai ingin memilikinya ?”
“Ya kita jangan memberinya itu
“Maksud gue Fay …” tapi kalimat Dini di potong oleh Fay “Ya gue tau”
mereka terdiam sejenak
lalu Fay melanjutkan ucapannya
“Cinta gak harus sepertiitu, cinta itu hanya perlu kejujuran” jelas Fay
“Kita harus menjaga mahkota kita sampai di pelaminan” tambah Fay
“Jadi kalo itu namanya ..”
“Huh, nafsu namanya” sosor Fay sambil mengunyah permen karet yang dia dapatkan dengan susah payah. Duit tinggal cepek mulut bau Ia menyuruh seorang anak kecil untuk membelikan permen. Ketika permen karet itu hendak di makan, anak itu merengek ingin permen tersebut. Alhasil permen itu di bagi 2.
***
2minggu waktu yang telah diberikan Diva untuk Dini sudah habis. Malam minggu Diva mengapel kerumah Dini sambil menanyakan jawaban Dini.
“Gimana Din, kamu mau menunjukan cinta kamu ke aku ??” tanya Diva
“Sorry Va, bukannya aku gak cinta sm kamu. Tapi mahkota ini harus aku jaga sampai waktunya nanti” Tolak Dini
“Jadi bener
“Bukan gitu Va, tapi ..” Dini ragu
“kalau gitu kenapa lo gak mau ?” tanya Diva memaksa
“Cinta gak begitu Va, yg lo inginkan itu bukan cinta tapi nafsu, cinta hanya butuh kejujuran” terang Dini
“Terserah lo. KITA PUTUS” teriak Diva dengan lantang seraya meninggalkan Dini yang masih sedih.
***
Besoknya di kampus
“Gue hebatkan Fay, gue udah nolak keinginan Diva” kata Dini dengan mimik sedih.
“Jadi lo udah ngomong sama Diva ?” tanya Fay.
“Gue udah bilang ke dia kalau yang dia inginkan itu bukan cara membuktikan kesungguhan cinta, tapi itu nafsu. Gue ngomong apa yang lo kasih ke gue Fay, thanks” jelas Dini.
“Trus hubungan lo, Din ?” Tanya Fay.
“Gue udah putus sama dia, gue hebatkan ?” Dini meneteskan airmata.
“Gue bangga sama lo” Bangga Fay sambil mengusap airmata sahabatnya.
Sebulan setelah kejadian itu Dini sakit. Dokter memvonisnya mengidap penyakit Leukimia yang mematikan itu. Alhasil Dini dirawat di Rumah Sakit. Dia dirawat di ruang ICU karena koma selama 3 hari.
Di kamar rawatnya, Fay tertidur disamping Dini yang sedang koma. Tapi dia dibangunkan oleh suara Dini yang perlahan mulai sadar dari komanya.
“fa .. fay ..” Dini mengeluarkan kalimat pertamanya
Fay terbangun terkejut serta bahagia melihat dini.
“Din, din lo udah sadar ?” Fay senang.
“Fay,, gue hebatkan ? gue udah buktiin kalo cinta itu nggak butuh nafsu, cinta hanya butuh kejujuran” kata Dini dengan suara yang sedu.
Pembicaraan mereka terpotong ketika Dwiky dan Lisa pacarnya Dwiky masuk membawa seseorang yang tidak asing lagi buat Dini, Diva datang menjenguk. Fay mundur dari hadapan Dini dan mempersilahkan Diva untuk berada di samping Dini.
“Hai, Din” sapa Diva dengan ragu.
“
“Din, aku mau minta maaf sama kamu, aku mengakui semua tindakan aku yang salah. Aku minta maaf sama kamu, aku cinta sama kamu din” Diva memelas.
“Va, cinta itu gak harus dibuktikan dengan hal seperti yang kamu mau. Cinta butuh kejujuran bukan nafsu” Jelas Dini sambil menitikan airmatanya.
Keadaan Dini semakin melemah, detak jantungnya tak lagi stabil.
“aku sayang kamu Din, aku pengen kamu balik sama aku lagi. Aku janji gak akan bikin kesalahan lagi. Kamu harus sembuh” Diva tak kuasa menahan sedih dan tangisnya.
Diva memeluk Dini, keduanya meneteskan airmata. Semua orang di ruangan tersebut menyaksikan dan merasakan kesedihan yang terjadi.
“Va, aku.. mau…. kamu berjanji sama aku” suara dini makin tersamarkan.
“Janji apa Din ? aku akan turutin” Jawab Diva.
“Kalau nanti ada seseorang yang akan kamu cintai, cintailah dia dengan hati yang tulus. Gak perlu di buktikan dengan hubungan sex. Aku ingin cinta kamu dipenuhi dengan sebuah kata ‘KEJUJURAN’. Kata dini dengan kondisi fisik yang semakin melemah.
“Kamu ngomong apa Din ? kamu pasti sembuh ! aku Janji aku mencintai kamu dengan tulus sayang” airmata Diva mengalir.
“Aku gak tahan lagi, aku ingin kamu ba..ha..gi..a” Dini jatuh bersender dalam pelukan Diva. Kalimat tersebut adalah kalimat terakhir yang terucap dari bibir mungil Dini.
“Diniiiiii………” Diva berteriak. Disadarinya perempuan yang jatuh dalam pelukannya, perempuan yang amat dicintainya ringan tak bernyawa. Diva terus memeluk Dini, menciuminya seakan tak ingin Dini lepas dari pelukannya. Airmatanya jatuh mengalir jatuh ke wajah perempuan yang amat dicintainya.
Leukemia telah merenggut Dini dari sisi Diva.
Cerpen ini gue dedikasikan buat sahabat gue kikey, pacar gue Nyta karena gue masih sering menutupi sesuatu dari dia dan orang-orang yang pernah diposisi seperti ;
Dini yang harus dilemma karena permintaan kekasih untuk sex ditambah kemudian menderita penyakit Leukimia, maupun apabila ada yang pernah diposisi ;
Diva terlambat menyadari kesalahan dan ditinggal pergi orang yang dicintai untuk selama-lamanya.
Dan untuk cerita ini 100% based on true story, seseorang yang sangat gue kenal yang mengalami kejadian ini.
Dan gue begitu speechles waktu dia menceritakan pengalamannya sama alm. pacarnya dan gue belajar dari kisah ini.
Dia lebih beruntung karena saat pacarnya dipanggil kembali Sang Pencipta, dia ada disisi pacarnya. Sementara gue terlambat datang, gue cuma bisa nangis saat Chika panggil kembali Sang Pencipta, gue cuma bisa mandangin wajahnya sebelum tanah menutupi raganya.
Ya percuma jugalah ya ngebahas orang yang sudah tenang disana, yg penting dia tau gue udah bisa bangkit dari keterpurukan setelah ngelewatin fase-fase terberat di tinggal dia.
Yang bisa dipelajari dari cerpen ini adalah ;
Dimana makna mencintai itu adalah Kejujuran, seperti opening title yang tertulis “Kejujuran adalah sebagian dari mencintai, bila hati tak mampu berkata apa adanya, maka jadikanlah mencintai itu pelajaran awal bagimu”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar