welcome to my heart beat :)

It's all about my life my adventure and my all

Senin, 12 Juli 2010

golden anniversary my grandparents


Hallo bloggers! 11 July 2010 adalah hari paling menyenangkan! Yap sesuai rencana awal keluarga, 11 july diadakan ucapan syukur atas ulang tahun pernikahan oma/opa yang ke 50th (Golden Anniversary). Sesuai dengan rencana pula, ucapan syukur dan ramah tamah itu diadakan di Ballroom Hotel Park, cawang.

Pagi 11 july 2010, dirumah sudah kelihatan rusuh. Sepupu-sepupu, tante, om semua sibuk dengan aktivitasnya menyiapkan diri untuk acara ini. Ada yang mondar-mandir cari bajunyalah, rambutnya belum di blow, belum make-up, ada yang di marahi karena belum mandi. Dan gue pusing liat mereka bolak-mandir kaya begitu.

Jam 11 kita check-in hotel dulu untuk menginap, karena acara di perkirakan akan sangat padat dan baru berakhir malam hari. Jam 12.30 acara pertama dimulai, gue kira sudah langsung acara, ternyata sampai tempat acara, kita latihan terlebih dahulu. Urutan acara dari awal hingga akhir supaya engga berantakan. Setelah latihan, ada beberapa acara keluarga terlebih dahulu sebelum acara umum dimulai. Sempat diberikan beberapa arahan oleh EO yang menangani acara.

Ada kejadian tarik urat dalam acara ini. Kesalahan terjadi pada EO yang menangani acara ini. Setelah memeriksa urutan acara, sampai tiba acara oma/opa memberi kesan untuk para cucu dan menyerahkan cinderamata tanda kasih sayang, orang EO lupa membawa hadiah tersebut, hadiah yang seharusnya diberikan oma/opa kepada cucu-cucunya. Kejadian tarik urat, papa marah besar dan mengeluarkan kata keras kepada pimpinan EO tersebut. Untungnya ternyata masih latihan, karena acara kesan itu akan di adakan pada acara umum.

Selesai acara private keluarga internal, tiba waktunya kami semua para anak, menantu dan cucu kembali bersiap diri untuk acara umum bersama para undangan. Mama yang paling sibuk di marahi papa. Karena para wanita lama sekali berganti baju dan di makeup. Semua masuk ke dalam kamar hotel untuk berganti baju. Kita pake seragam warna hijau. Coba bayangin kemeja hijau, celana hijau, dasi hijau dan jas hijau menghiasi ucapan syukur pada hari itu. Yang wanita menggunakan dress hijau yang anggun.

Acarapun dimulai, MC mempersilahkan oma/opa memasuki ruangan disusul oleh para cucu di mulai dari cucu paling kecil sampai paling besar. Kemudian anak dan menantu memasuki ruangan dan duduk di tempat yang di sediakan.

Memasuki acara kesan, banyak hal lucu yang mengundang tawa terjadi disini. Tiba saat pertama Opa menceritakan kesan nya selama menjalani rumah tangga dengan oma.

OPA : “Ibu/Istri saya ini selalu jujur pada saya, tak pernah menutupi apapun dan selalu mendukung saya, yang tak saya suka hanya istri saya ini pelit dalam anggaran dan bawel”

OMA: “Yang saya sukai dari bapak ini, dia orang yang pekerja keras dan bertanggung jawab sama keluarga, sangat berharga keluarga dimatanya. Yang saya tak suka hanya bapak ini KERAS, kalau ada rencana kita dia tak perduli tak anggap, Pergaulannya pun KURANG, KUPER

Yang hadir langsung tertawa mendengar kesan oma/opa pada saat Oma bilang opa Kuper. Hha.

Cucu-cucunya pun membenarkan sifat Opa yang keras.

Lalu masuk acara kesan dari anak/menantu untuk oma/opa. Tidak ada yang lucu pada kesan ini, karena hanya diwakilkan dan tidak jadi dibacakan orang.

Masuk acara Nasehat oma/opa kepada cucu yang sangat seru. Opa/Oma di daulat maju ke atas podium untuk membacakan nasehat mereka untuk para cucu. Harusnya Opa/Oma maju ke podium, tapi Opa naik sendiri, ditinggalkannya Oma. Hha terlalu bersemangat.

Lalu oma menyusul naik ke atas podium/panggung.

Begini nasihat yang gue kutip kemarin teks yang opa bacain :

Bapak/Ibu yang hadir disini, saya berdiri disini sebagai Opa dari cucu-cucu kami berdua disini ingin memberikan beberapa nasehat kepada cucu-cucu kami.

Nasehat yang pertama, Hormatilah kedua orangtuamu, karena dari sanalah nanti akan datang padamu segala keberkahan. Jangan melawan, rajin-rajin membantu orang tua berikan yang terbaik pada mereka.

Yang kedua rajin-rajinlah belajar, agar kelak kalian berhasil seperti mereka telah berhasil menjadi ORANG. Kejarlah pendidikanmu, bersemangatlah.

Yang terakhir, berdoa, jangan tinggalkan doamu saat engkau melakukan pekerjaanmu. Rajin-rajinlah berdoa agar sukses kalian di kemudian hari.

Itulah nasehat Opa/Oma untuk kalian, karena Opa/Oma sangat sayang pada kalian cucu-cucu kami.

Untuk itu Opa/Oma disini sebagai kakek/nenek kalian disini, ingin memberikan sebuah tanda kasih kami kepada cucu-cucuku disini, tanda kasih atau cinderamata untuk cucuku, kalau untuk anak tak usah diberi (yang dateng langsung ketawa karena ekspresi Opa yang lugu ). Untuk cucu saja tanda kasih ini.

Untuk cucu perempuan Opa/Oma memberikan kalung pada kalian sebagai cinta kasih kami. Dan untuk cucuku laki-laki akan Opa berikan cincin ini sebagai tanda cinta kasih dan modal kalian nanti kalau mau tukar cincin (lagi-lagi hadirin ketawa karena kalimat opa ini).

Sumpah ya kalimat lugu Opa/Oma dari awal acara mengundang ketawa orang-orang yang dateng. Terus Opa/Oma memakaikan cincin buat gue dan sepupu-sepupu gue satu persatu, cincin yang katanya sebagai tanda cinta kasih sayang mereka dan modal buat gue dan sepupu abang/adik gue kalo nanti mau tukar cincin/merit (Opa aneh-aneh aja). Dilanjutin Opa/Oma memakaikan kalung untuk cucu perempuan, lalu gue dan para cucu lainnya nyerbu Oma/Opa untuk meluk dan cium. Hha ini paling seru Opa/Oma sampe bilang “Sudah sudahhh sesaaakkk”.

Oia, cincinya kegedeaan dijari gue, hha semua ukurannya sama, cucu kecil/besar ukuran cincinnya sama, coba bayangin Arthur dikasih cincin segede gitu, muat di hidung dia kali. Hha. Ya namanya juga cincin buat modal tuker cincin lah ya (-.-“).

Lanjut acara simbolis tanda kasih sayang dari cucu untuk Opa/Oma, gue sama Elsa maju memberikan buklet bunga Opa/Oma. Gue kasih bunga ke Oma, Elsa ke Opa.

Di iringi cucu yang lain nyanyi mengiringi pemberian buklet bunga.

Terus untuk acara kesan cucu terhadap Oma/Opa tidak jadi dibacakan, rupanya ad aide lain dari papa. Di LCD terdapat video editing yang berisi foto para cucu dan tulisan tentang kesan cucu kepada Opa/Oma satu persatu.

Rata-rata gue sama sepupu gue bilang Oma BAWEL! Dan Perhitungan soal anggaran duit! Hha

Terus untuk Opa pada bilang jarang ngobrol sm Opa, soalnya Opa kadang dingin. Tapi gue engga. Gue tulis kesan gue, Opa itu kantong doraemon dan pskitiater paling Top buat gaga.

Terus setelah video editing itu, dilanjutkan acara potong kue ulang tahun. Karena yang berulang tahun ada 3 yaitu ualng tahun pernikahan Oma/Opa ke 50, Elsa yang ke 17 dan Anggita yang ke 2th, kuenya pun di buat ada 3. yang paling seru waktu cucu semua maju untuk bantuin Opa/Oma tiup kue ulang tahunnya, Opa/Oma romantis banget niup berdua. Terus suap-suapan kue, so sweet banget.

MC membacakan sedikit tentang perjalanan Opa/Oma mengarungi rumah tangga. Wah gue bangga banget sama Opa, Opa dulu bukan dari kalangan berada, bahkan terhitung susah. Dulu ternyata Opa sempet ga lulu ujian sekolah lho. Hha dasar opa!.

Begini narasi yang dibacain kemarin, H. Sandoval lahir dari sepasang perantau di sebuah desa di norwegia (ternyata opa blasteran pula (-.-“) ), yang dulu kehidupan ekonominya sangat memprihatinkan. Tiba saat beliau sempat dinyatakan tidak lulus ujian tapi itu tidak mengehentikan karirnya sama sekali. Berawal dari di tawari menjadi seorang guru pembantu di sebuah sekolah di norwegia, lalu beliau merantau meninggalkan kedua orang tuanya, bertemu dengan Oma disebuah Apotik karena pada saat itu Oma bekerja di sebuah apotik. Tanpa pikir panjang Opa menyatakan cintanya pada Oma (sumpah ini narasinya begini tanpa di edit). Gayung bersambut, Oma menerima cinta Opa dan hanya butuh waktu 6 bulan mereka langsung melakukan pernikahan tanpa mengadakan pesta, hanya makan dan doa. Karena pada saat itu gaji buruh opa tidak mencukupi untuk melanjutkan hidup, opa kembali mengajak oma merantau ke Negara lain mengadu nasib. Lalu perjuangan Opa yang mempunyai berbagai pekerjaan membuahkan hasil yang maksimal. Dengan biaya seadaanya pada saat itu, beliau sukses menyekolahkan anak-anaknya sampai tinggi dan menjadi orang sukses. Di ikuti usaha beliau di bidang restoran, teknik pun menjulang tinggi mengumpulkan pundit-pundi yang kini dikumpulkannya masih untuk masa depan cucu-cucu nya nanti.

Ya segitu sih yang gue kutip dari kisah Opa/Oma, Cuma yang lucu kalimat “tanpa pikir panjang, Opa menyatakan cintanya kepada Oma, gayung bersambut cinta tak bertepuk sebelah tangan, Oma menerima cinta Opa” ini Opa nulis narasinya sadar ga sih? Hha bahasanya oii anda sudah berumur pak!.

Acara ini sukses banget, semua terhibur, semua sukacita. Dan gue masih suka senyum-senyum sendiri inget-inget kejadian lucu di acara kemarin. Inget cara ngomong Opa/Oma yang begitu polos. Inget waktu napak tilas kehidupan Opa/Oma dulu sampai mengeluarkan airmata.

Inget kalimat Opa di akhir acara yang bilang “keringatku ku peras demi keluargaku hingga nanti aku kembali menyatu dengan tanah” merinding banget dengernya.

Acara selesai sekitar pukul 23.00, yang di akhiri dengan doa dan ucapan selamat untuk Opa/Oma dari seluruh kerabat dan tamu yang hadir.

Kel. Sandoval mengucapkan terimakasih untuk semua pihak yang berpartisipasi dalam acara ini.

Kepada seluruh keluarga besar yang rela hadir di Jakarta.

Kepada semua rekan bisnis papa

Kepada semua rekan bisni mama

Kepada bpk. Gurbenur DKI Jakarta untuk kehadirannya

Kepada bpk bupati Kalimantan, batam, simalungun ( rekan bisnis papa ).

Kepada managemen Park Hotel untuk kenyamanan acara.

Untuk pemusik (childout, Edy santosa, N2MY benny)

Terimaksih untuk partisipasinya dalam kebahagiaan 50th anniversary Tn. Sandoval.

Dan secara pribadi engga pernah bosen-bosen mengucap syukur padamu ya ALLAH atas kebahagiaan keluarga ini, Alhamdulillah ya Allah acara ini berjalan sukses.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar