'Urus anakmu itu !!' Sakit rasanya waktu bokap ngeluarin kata-kata itu. Apa dengan keadaan gue skrg, gue sudah dianggep bukan anak beliau lagi? Apa status anak sudah ga berlaku untuk gue?
Tadinya gue mulai bisa nerima dan membangkitkan semangat dalam diri gue untuk keluar dari keadaan menyedihkan ini. Postingan sebelumnya sanggup membuat gue mengerti apa maksud dari rasa syukur akan nikmat yang Tuhan berikan. Tapi setelah kalimat yang di keluarkan bokap itu terlempar dari mulutnya, entah gue ngerasa bukan bagian dari keluarga ini. Gue merasa pantas dibuang. Merasa bokap ga butuh anak seperti gue lagi.
Belum sembuh luka hati gue karna cinta, luka bathin udah datang ke hidup gue. Menerjang dengan dahsyatnya. Luka hati, fisik dan batin yang datang beruntun, membuat gue (⌣́_⌣̀). Bagaimana cara gue memposisikan diri lagi utk membenahi hati dan perasaan gue?
Pah, apa papah malu mengakui rangga? Apa papah merasa risih memiliki rangga?
Gaga juga sama sekali tidak menginginkan keadaan ini. Kondisi seperti ini. Gaga mau sehat pah, mau beraktivitas kembali seperti biasa.
Dengan apa gaga membangun kepercayaan diri lagi pah? Dengan apa gaga meyakini diri sendiri kalau gaga sanggup melewati semua? Sementara papa membuat lubang baru dalam hati gaga, sehingga semangat yang kemarin gaga punya jatuh terperosok entah kemana.
Gaga yang lebih down menghadapi kondisi seperti ini pah, lebih sakit lebih terbeban pah. Gaga cuma butuh support papah mamah. Cuma keluarga ini yang gaga punya. Kalau kalian saja sudah acuh tak acuh, maka darimana dtgnya semangat gaga kembali?
Sedih bgd :(
Dan for ya -missing- aku rindu kamu. Aku tau kamu bahagia dengannya. Akupun sudah ga mungkin merebut kamu dari sisinya. Mudah-mudahan niat jiesta menikahi kamu adalah menjadi kebahagiaan sejati dalam hidup kamu.
Ku biarkan dia bahagia dengan pria lain ya Tuhan, aku tahu Engkau tidak buta Tuhan, kau pasti melihat keadaanku saat ini. Aku tau Kau tidak tuli Tuhan, Kau pasti mendengar doaku. Aku tau Kau Maha Tau Tuhan, kau pasti tau bagaimana perasaanku saat ini.
Ku biarkan dia pergi berbahagia dengan oranglain. Tapi Kau tau Tuhan bagaimana perasaanku melihat/mengetahui kemesraannya dengan lelaki itu. PERIH SAKIT Tuhan :(
Jumat, 08 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

duhh dasar anak bodoh... hal itu trgantung dr sisi mana kamu menilainya nak..
BalasHapussupport itu gk hanya kalimat 'kamu pasti bisa' tp sebuah xmat down jg bisa menjadi bukti support yg paling jujur.. We must to stand in our own feet no matter what!!!
Movin' on heyy boy...
makasih om andres :(
BalasHapus