welcome to my heart beat :)

It's all about my life my adventure and my all

Jumat, 09 April 2010

- - - -

Maaf pembaca, bila pada 2 postingan terakhirku aku seolah berani tegar untuk menghadapi kehidupanku yang seperti rubiks teracak-acak. Aku bertanggung jawab atas apa yang aku tulis kemarin-kemarin. Tapi bagaimana bila ternyata aku belum bisa menyelesaikan tanggung jawabku atas apa yang aku tulis? Bagaimana bila ternyata aku belum sanggup menjalani seperti apa yang aku tuliskan untuk MOVE ON! Aku malu, aku berani menulis, membentuk kalimat yang mendorong diriku sendiri untuk bangkit, tapi dalam kenyataannya aku masih saja RAPUH.

Tuhan, aku tidak mau dan tidak berhak protes dengan apa yang terjadi saat ini dalam hidupku. Memang rasanya begitu sulit melepaskan bayang-bayang dirinya dari hidupku. Disaat aku mulai untuk bangkit, disaat itupula aku terjatuh. Ada sebuah lagu

Ku tahu ini jalan yang terbaik untuk kita
Meski harus sakitnya terasa menikam jiwa
Untuk berpisah denganmu
Dan hilangkan semua rasa yang ada
Tak pernah terpikir olehku
 
Reff:
Lupakan saja cerita kita
Yang mungkin pernah tertanam dalam hati
Memang tak mudah berlari jauh
Meninggalkan manis senyummu
 
Kau yang pernah singgah di hatiku memberi damai
Namun perbedaaan antara kita memupuskan itu
Kini ku jauh darimu mencoba melawan hasrat yang ada
Sungguh tak terfikir olehku
 

Aku gak mau cengeng yaAllah, tapi dalam kenyataannya lagu ini memang menguak emosi jiwaku. Kenapa aku gak bisa mengendalikan perasaanku? Aku sudah terlanjur berucap tak akan lagi mengusik hidupnya. Tak akan adalagi wanita lain setelah dirinya. YaAllah kalau ini putaran Rubiks yang harus ku jalani, berikan aku kekuatan untuk terus berputar menjalani hidup yang sudah kau takdirkan.

Saat dimana aku menuliskan tulisan bodoh diblog ini, hanya Engkau yang tahu keadaan ragaku, batinku, jiwaku, hatiku dan pikiranku. Hanya Kau yang tahu misteri yang tersembunyi dibalik mata dan senyumku.

Mommy (Andi) sempat menemani aku mengobrol dan dia bilang

“Maybe, you should try diff gender for once *just kidding sonny-boy*”

My answered “hha, Maybe Yess”

Then he said “Men are less emotional and not as ‘labil’ as women though”

“LOL. Hha”

Dan tahu apa yang aku pikirkan? Aku mulai memikirkan apakah aku akan sama seperti mereka? Dalam waktu dekat ini? Pikiranku mulai terbanting, teracak-acak, kalimat itu terngiang di telingaku, di benakku. Apakah aku akan mencoba seperti mereka? Apalagi tepat sekali aku pernah bersumpah “engga akan adalagi wanita lain setelah kamu” ke Doi.

Arrggghhhhhhhh….

Aku harus bagaimana sekarang? Aku engga boleh begini. Tapi aku Rapuh, aku retak sedikit saja disentuh maka aku akan hancur dan hanya bersisa sebagai kepingan yang tak berharga lagi. Perasaan ini engga tahu harus aku luapkan kemana lagi, tumpahkan kemana lagi dan aku yang merasakannya sendiri penuh disesaki airmata.

Tapi lihat gambar yang ku unggahkan dalam postingan ini “Go Fix your self”

Mungkin seperti itupula cara Tuhan mengisahkan kisah hidupku. Engga akan ada orang yang bisa membenahi hidupku kecuali diriku sendiri. Dan mengingatkan kembali pada postingan sebelumnya tentang CUBER sejati, aku gak boleh nyerah. Aku harus bisa mencoba berdiri lagi dengan kakiku sendiri.

Eh pas banget nih, waktu nulis ini ditemani lagu “kekasih sejatiku adalah kesunyian” by closehead. Gini liriknya :

Kekasih sejatiku adalah kesunyian

Di dalam kegelapan dan ku ingin menjadi terang kembali

Merasa kehilangan hanyalah perasaan

Dalam kesendirian yang ku ingin sosok terangmu kembali

Semua langkahku kan ku raih

Saat ku terang kembali

Dulu kakiku hanyalah beralaskan setapak tanah

Kepalaku pun hanya beratapkan langit gelap

Kekasih sejatiku hanyalah kesunyian

Didalam kegelapan yang ku ingin sosok terang

Wah, lagu ini memberikan suntikan support lagi buat aku. Aku ingin jadi terang kembali dan meraih langkah-langkah putaranku.

Oke pembaca, bantu doa untuk aku memulai bangkit dari kerapuhan ini ya. Selama apapun waktu yang Tuhan berikan padaku untuk merasakan perih ini, aku akan belajar untuk ikhlas. Seberapa lamapun aku harus menjalani kegelapan dan menunggu terangku datang sampai bumi ini kembali gelap tak berkehidupan, selama itu pula nafas ini menghembuskan “ku selalu milikmu yang menyayangimu sepanjang hidupku”

Jangan samudra mengering

Jangan biarkan asinnya air laut berubah tawar

Jangan biarkan ombak berhenti berkejaran

Jangan biarkan pasir hilang tertiup angin

Biarkan dasar laut tetap bernyanyi

Melantunkan sebuah kehidupan suci

Yang terlahir diantara 2 hati

Meski tak lagi seiring berdiri

Biarkan kepiting dan udang hidup

Meski dengan tempat berbeda dalam laut

Meski jiwa melantunkan nada pilu

Ombak akan terus menyampaikan rasa rindu

CUBER a.k.a Depressedkids

gagasandoval

Tidak ada komentar:

Posting Komentar