welcome to my heart beat :)

It's all about my life my adventure and my all

Kamis, 08 April 2010

Rubiks digambarkan sebagai sebuah kehidupan


Ini lanjutan tentang Rubiks yang menjadi cermin sebuah kehidupan.

Di twitter, temennya mantanku (Omnie) kemarin beradu argument sama aku.

Aku update twitter “ that’s why I Love my Rubiks, find the rite way to complete and solve them. And absolutely find the rite way to live our life”

Terus dia RT “ If life’s easy, Rubiks kan ada rumusnya, asal hafal 1 menit juga selesai”

Kalau dibahas Via twitter engga akan cukup beragument. Aku sempet mikir apa yang dia bilang itu benar, ternyata Rubik situ memang tak sesulit kehidupan. Tapi setelah aku pikirin dan aku lihat dari kenyataan hidup yang sudah aku rasain. Rubiks memang bisa digambarkan seperti kehidupan.

Sisi-sisi kehidupan yang teracak kini membutuhkan rumus untuk menyelesaikan, rumusnya adalah kesabaran, pengertian, pemahaman tentang hidup itu sendiri. Kita engga akan pernah bisa menyelesaikan sebuah Rubiks, kalau kita sendiri engga memahami Rubiks itu sendiri apa dan seperti apa. Sama seperti sebuah masalah/ujian/beban hidup, kapan kita akan menyelesaikannya kalau kita sendiri engga memahami masalah/ujian/beban hidup itu wujudnya seperti apa dan bagaimana. Rumusnya adalah, sabar, relax, berkonsentrasi, tekun, memahami, mengerti, mencari jalan dan berdoa.

Setelah kita bersabar, maka coba untuk relax dan berkonsentrasi memahami kehidupan yang kita jalani, setelah kita mengerti inti dan berdoa maka jawaban pasti akan terbuka. Sama seperti bermain Rubiks yang diputar-putar untuk menemukan jalan kembali kepada pasangan warna pada tiap sisinya. Engga perlu tegang menyelesaikan Rubiks, cukup relax, tenang dan santai.

Pada kenyataannya yang dibilang Omnie itu memang benar, kehidupan itu lebih sulit daripada menyelesaikan Rubiks. Tapi kita lihat dari sisi lainnya, kehidupan itu bersifat Hidup sedangkan Rubiks adalah benda mati yang hanya berpaku pada sentuhan manusia yang memainkannya. Kalo aku boleh ibaratin, manusia juga sama, kita berpasrah pada Tuhan yang mengisahkan hidup kita. Bedanya, kita bukan benda mati, kita hidup untuk melanjutkan apa yang diberikan Tuhan dan akan menempati apa yang dijanjikan Allah swt yaitu SURGA. Kita mempunyai hati, akal sehat, emosi dan arah hidup yang mungkin seperti sebuah Rubiks yang telah teracak-acak dan butuh PENYUSUNAN.

Aku engga bilang kalo Omnie salah, pendapat dia itu benar. Aku cuma mengibaratkan Rubiks dan Cubers itu mirip dengan kehidupan manusia. Perlu strategi untuk menyelesaikan Rubiks dan perlu strategi untuk kita melanjutkan hidup agar tidak tersesat dan jatuh. Terutama untuk pelajaran agar tidak putus asa dan terus tekun bersemangat.

Aku menggambarkan 2 orang CUBERs sedang memainkan Cube miliknya yang sudah teracak-acak. Ketika mereka mulai menyusun Cube’nya, dan ditengah jalan mereka menemukan kesulitan untuk menyelesaikan Cube. Salah seorang Cuber menghentikan permainnya dan menyerah dan Cubers kedua menarik nafasnya, memperhatikan kembali Cube miliknya yang masih teracak, dia memperhatikan Cube yang berada ditangannya sejenak dengan berkonsentrasi dan berfikir dan kembali memutar Cube miliknya tanpa menyerah hingga dia berhasil menyelesaikan Cube’nya meski dengan waktu yang lama.

Coba kita pilih jalan mana yang akan kita ambil? Membiarkan Cube yang aku ibaratkan sebuah ujian dalam hidup kita atau kita akan menarik nafas, memperhatikan, berkonsentrasi dan berfikir untuk menyelesaikannya meski memerlukan waktu yang cukup menguras tenaga?

Cubers pertama bukanlah Cubers sejati, dia tidak mampu berusaha menyelesaikannya. Samakah kita dengan Cubers pertama yang menyerah? Apabila kita stuck di tempat tanpa melakukan penyelesaian dari segala beban yang terjadi di hidup kita? Istilah kasar aku gunakan ialah seorang PECUNDANG.

Aku bukanlah seorang yang sudah bergaul dengan Rubiks, aku baru mengenalnya dari beberapa temanku yang memang menyenangi Rubiks. Tapi permainan ini memberikan support luar biasa dalam hidupku. Mengalihkan sejenak rasa dukaku, jenuhku dan bebanku. Membuat aku berfikir, membuat Otakku tidak malas, membuat aku mengisi waktuku dengan baik dan bermanfaat. Memberikan aku pemahaman baru tentang hidup yang ku gambarkan sebagai sebuah Rubiks, mendorongku menjadi manusia seperti Cubers sejati yang mampu menyelesaikan Rubiksnya dengan tenang meski harus melewati waktu yang panjang. Dan dari pemahaman ini juga aku belajar, bila aku mengerti dan bersikap tenang aku dapat menyelesaikan, membuang, menjinakkan beban dalam hiduku dengan sempurna. Aku belajar mengendalikan emosi, perasaan, hati, jiwa, batin dan arah hidupku. Dan mungkin lama-kelamaan tak butuh waktu lama untuk MOVE ON ! kembali lagi menjadi manusia utuh, yang akan siap di acak dan di uji lagi dan siap untuk menyelesaikannya kembali dengan mudah karena terbiasa dihadapkan dengan berbagai acakkan (ujian) yang akan diberikan Tuhan. Buat teman-teman yang baru bergabung dengan dunia Rubiks, selamat berjuang ya J.

CUBERS a.k.a depressedkids

Gagasandoval

*nb : dari sebuah benda mati aja Tuhan masih bisa kasih pelajaran unik. Ayo guys kita bangkit sama-sama. Jangan lari dari beban, tapi selesaikan dan lewati. Lihat kedepan dan berjalanlah !

Aku adalah aku yang aku jalani

Seperti barisan sel pada rubik

Aku berwarna tapi tak sedang menyatu

Aku cerah tapi rapuh

Berputar mencari keindahan

Penyatuan sebuah kisah yang tak pernah pudar

Lahir diantara 2 rasa bernama sayang dan cinta

Meski kali ini hanya tertelan dalam dada

Tapi aku terus berputar

Meski ribuan kali tersesat

Aku tetap mencari arah hidupku

Sampai aku menemukan keindahan dibalik misteri kisah cinta dan hidupku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar