welcome to my heart beat :)

It's all about my life my adventure and my all

Senin, 05 April 2010

hidupku bagaikan rubiks



“Tuhan, aku berjalan menyusuri malam, setelah patah hatiku. Aku berdoa semoga ini terbaik untuknya

Patah hati? Gak ada seorangpun di dunia ini yang mau dan bersedia merasakan sakitnya patah hati.

Kita sudah memutuskan untuk gak lagi menjalin hubungan. Dan kita mungkin menangis, entah apa yang kamu rasakan dan aku rasakan mungkin sama mungkin tidak. Tapi aku KEHILANGAN.

Saat ini hanya Rubik yang mampu mengalihkan sedihku sejenak. Kalau boleh aku jabarkan, saat ini Jiwa, Hati, Perasaan, Pikiran, Emosi dan Hidupku, ku gambarkan seperti sebuah Rubik Kubus dengan 6 warna berbeda antara sisi satu dengan yang lainnya. Yang pada awal kita buka dari pelastik pembungkusnya, masing-masing sisinya terbentuk oleh 9 kotak yang sewarna. Sama seperti pertama kita dilahirkan kedunia, belum teracak.

Tapi kugambarkan saat ini 6 warna itu tak lagi menyatu, tak sempurna, perlu sentuhan untuk menyusun dan menyempurnakannya kembali ke dalam masing-masing warna pada tiap sisinya.seperti sebuah perjalanan hidup. Begitulah Jiwa, Hati, Perasaan, Pikiran dan Arah Hidupku, berantakan tak pada keindahan bila tiap warna itu menyatu. Aku butuh waktu untuk mencari dan menyusun Rubik tersebut agar kembali pada tiap-tiap sisi dengan kesatuan warna yang seragam. Begitupun aku harus menyusun hidupku kembali yang teracak-acak. Dan Rubik tak mungkin menyusun sendiri warnanya, aku butuh sentuhan dan sebuah pikiran. Dan aku tahu sentuhan itu adalah Tuhanku pemilik hidupku. Semua jalan untuk menyempurnakan hidupku, aku pasrahkan kepada ALLAH swt. Meski harus berputar dan tersesat dahulu, aku tahu akhirnya akan sempurna dan indah.

Dan Rangga yang kini hidupnya bagaikan Rubik yang teracak dan mencari jalan untuk menyusun dan menyempurnakannya kembali yang merupakan akhir dari pencarian yang panjang dan rumit.



Salah kamu bilang aku gak mikirin perasaan kamu, salah kamu bilang aku dengan gampangnya BERNOSTALGIA tanpa mikirin perasaan kamu. Kamu engga tau rasanya tiap kali aku menahan rasa kangen aku untuk sekedar basa basi ke kamu. Aku gak bias lakukan itu, tau rasanya? PERIH. kita harus mencoba untuk bangun dan berdiri lagi. Bernostalgila mungkin bisa sedikit mengalihkan pikiran aku dari kamu, tapi ternyata aku kembali melakukan kesalahan, ternyata kamu sakit dengan sikap aku lagi. aku minta maaf. Aku tau kita berdua sudah jatuh, tapi kamu selalu bilang “kamu baik-baik ya? Takcare, GBU”.

Kamu inget? Terakhir aku bilang “aku gak akan mengusik hidup kamu lagi”. Sekaranglah bagian tersulit dari perjalanan kisah aku dan kamu. berhenti mengusik dan segera keluar dari hidup kamu. Jadi aku berusaha mengalihkan semua pikiran aku tentang kamu ke dalam bentuk apapun terutama mungkin aku mencoba mengasyikan diri dengan bergelut dengan Rubik. Tapi kamu tau? Itu hanya sementara, ketika aku stuck dan tak bisa berbuat apa-apa lagi, dalam hati ini lahir lagi rasa kangen sama kamu. Tapi aku sudah berjanji untuk gak ngusik kamu lagi, aku harus bertahan untuk ini. Harusnya kini kita sudahi rasa sakit kita berdua, aku juga gamau kamu simpen rasa sakit sendiri.

Terimakasih kamu masih menanyakan keadaan aku, tapi mungkin rasanya sudah cukup. Aku salah, aku meminta maaf sama kamu, maaf sebesar-besarnya atas semua-semua kelakuan aku yang buat kamu kecewa.

Kamu harus berdiri lagi dan kita sudah berjalan masing-masing, kembali kepada hidup yang berbeda. Bukan aku sudah gak sayang sama kamu, tapi keputusan kamu mungkin sudah bulat dan kita harus kuat menjalani semuanya.

Kita sudah terlepas dari suatu hubungan, tapi mungkin hati dan pikiran kita belum terlepas satu sama lain. Tapi aku berharap kamu bisa lepasin aku dari pikiran kamu. mungkin lebih baik kamu melupakan aku, kita hentikan penyiksaan ini. Jujur berkali-kali aku bertahan untuk tidak mengusik kamu lagi. Kamu menanyakan keadaanku, aku bimbang untuk menjawabnya karena teringat “aku gak akan mengusik hidup kamu lagi”.

Semoga kamu mengerti maksud tulisan ini, maaf aku hanya sanggup bicara lewat tulisan bodoh ini. Karena aku masih memegang kalimat “aku gak akan mengusik hidup kamu lagi” dan aku takut untuk melanggarnya.

Dan mungkin memang benar yang kamu bilang “It’s Over”, semuanya mungkin sudah berakhir dan aku terlambat menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya.

Terimakasih untuk semua cinta kasih yang pernah kamu berikan sama kamu. terimakasih untuk rasa damai yang kamu berikan dalam hidup aku. sekali lagi aku minta maaf hanya berani menyampaikan semua lewat tulisan ini. Doaku semoga kamu sadar ada seorang lelaki di dekat kamu yang menyayangi kamu tulus dan jauh lebih baik dari aku. Semoga kamu temukan cinta di hatinya dan kamu bahagia selamanya. Amiin. GBU. Dan aku mencoba belajar berlapang dada.

“Mungkin aku tidaklah sempurna, tetapi hatiku memilikimu sepanjang umurku. Mungkin aku tak bisa memiliki dirimu seumur hidupku”

Cubers a.k.a depressedboyoflife

Gaga sandoval

Tidak ada komentar:

Posting Komentar