welcome to my heart beat :)

It's all about my life my adventure and my all

Senin, 12 Juli 2010

golden anniversary my grandparents


Hallo bloggers! 11 July 2010 adalah hari paling menyenangkan! Yap sesuai rencana awal keluarga, 11 july diadakan ucapan syukur atas ulang tahun pernikahan oma/opa yang ke 50th (Golden Anniversary). Sesuai dengan rencana pula, ucapan syukur dan ramah tamah itu diadakan di Ballroom Hotel Park, cawang.

Pagi 11 july 2010, dirumah sudah kelihatan rusuh. Sepupu-sepupu, tante, om semua sibuk dengan aktivitasnya menyiapkan diri untuk acara ini. Ada yang mondar-mandir cari bajunyalah, rambutnya belum di blow, belum make-up, ada yang di marahi karena belum mandi. Dan gue pusing liat mereka bolak-mandir kaya begitu.

Jam 11 kita check-in hotel dulu untuk menginap, karena acara di perkirakan akan sangat padat dan baru berakhir malam hari. Jam 12.30 acara pertama dimulai, gue kira sudah langsung acara, ternyata sampai tempat acara, kita latihan terlebih dahulu. Urutan acara dari awal hingga akhir supaya engga berantakan. Setelah latihan, ada beberapa acara keluarga terlebih dahulu sebelum acara umum dimulai. Sempat diberikan beberapa arahan oleh EO yang menangani acara.

Ada kejadian tarik urat dalam acara ini. Kesalahan terjadi pada EO yang menangani acara ini. Setelah memeriksa urutan acara, sampai tiba acara oma/opa memberi kesan untuk para cucu dan menyerahkan cinderamata tanda kasih sayang, orang EO lupa membawa hadiah tersebut, hadiah yang seharusnya diberikan oma/opa kepada cucu-cucunya. Kejadian tarik urat, papa marah besar dan mengeluarkan kata keras kepada pimpinan EO tersebut. Untungnya ternyata masih latihan, karena acara kesan itu akan di adakan pada acara umum.

Selesai acara private keluarga internal, tiba waktunya kami semua para anak, menantu dan cucu kembali bersiap diri untuk acara umum bersama para undangan. Mama yang paling sibuk di marahi papa. Karena para wanita lama sekali berganti baju dan di makeup. Semua masuk ke dalam kamar hotel untuk berganti baju. Kita pake seragam warna hijau. Coba bayangin kemeja hijau, celana hijau, dasi hijau dan jas hijau menghiasi ucapan syukur pada hari itu. Yang wanita menggunakan dress hijau yang anggun.

Acarapun dimulai, MC mempersilahkan oma/opa memasuki ruangan disusul oleh para cucu di mulai dari cucu paling kecil sampai paling besar. Kemudian anak dan menantu memasuki ruangan dan duduk di tempat yang di sediakan.

Memasuki acara kesan, banyak hal lucu yang mengundang tawa terjadi disini. Tiba saat pertama Opa menceritakan kesan nya selama menjalani rumah tangga dengan oma.

OPA : “Ibu/Istri saya ini selalu jujur pada saya, tak pernah menutupi apapun dan selalu mendukung saya, yang tak saya suka hanya istri saya ini pelit dalam anggaran dan bawel”

OMA: “Yang saya sukai dari bapak ini, dia orang yang pekerja keras dan bertanggung jawab sama keluarga, sangat berharga keluarga dimatanya. Yang saya tak suka hanya bapak ini KERAS, kalau ada rencana kita dia tak perduli tak anggap, Pergaulannya pun KURANG, KUPER”

Yang hadir langsung tertawa mendengar kesan oma/opa pada saat Oma bilang opa Kuper. Hha.

Cucu-cucunya pun membenarkan sifat Opa yang keras.

Lalu masuk acara kesan dari anak/menantu untuk oma/opa. Tidak ada yang lucu pada kesan ini, karena hanya diwakilkan dan tidak jadi dibacakan orang.

Masuk acara Nasehat oma/opa kepada cucu yang sangat seru. Opa/Oma di daulat maju ke atas podium untuk membacakan nasehat mereka untuk para cucu. Harusnya Opa/Oma maju ke podium, tapi Opa naik sendiri, ditinggalkannya Oma. Hha terlalu bersemangat.

Lalu oma menyusul naik ke atas podium/panggung.

Begini nasihat yang gue kutip kemarin teks yang opa bacain :

Bapak/Ibu yang hadir disini, saya berdiri disini sebagai Opa dari cucu-cucu kami berdua disini ingin memberikan beberapa nasehat kepada cucu-cucu kami.

Nasehat yang pertama, Hormatilah kedua orangtuamu, karena dari sanalah nanti akan datang padamu segala keberkahan. Jangan melawan, rajin-rajin membantu orang tua berikan yang terbaik pada mereka.

Yang kedua rajin-rajinlah belajar, agar kelak kalian berhasil seperti mereka telah berhasil menjadi ORANG. Kejarlah pendidikanmu, bersemangatlah.

Yang terakhir, berdoa, jangan tinggalkan doamu saat engkau melakukan pekerjaanmu. Rajin-rajinlah berdoa agar sukses kalian di kemudian hari.

Itulah nasehat Opa/Oma untuk kalian, karena Opa/Oma sangat sayang pada kalian cucu-cucu kami.

Untuk itu Opa/Oma disini sebagai kakek/nenek kalian disini, ingin memberikan sebuah tanda kasih kami kepada cucu-cucuku disini, tanda kasih atau cinderamata untuk cucuku, kalau untuk anak tak usah diberi (yang dateng langsung ketawa karena ekspresi Opa yang lugu ). Untuk cucu saja tanda kasih ini.

Untuk cucu perempuan Opa/Oma memberikan kalung pada kalian sebagai cinta kasih kami. Dan untuk cucuku laki-laki akan Opa berikan cincin ini sebagai tanda cinta kasih dan modal kalian nanti kalau mau tukar cincin (lagi-lagi hadirin ketawa karena kalimat opa ini).

Sumpah ya kalimat lugu Opa/Oma dari awal acara mengundang ketawa orang-orang yang dateng. Terus Opa/Oma memakaikan cincin buat gue dan sepupu-sepupu gue satu persatu, cincin yang katanya sebagai tanda cinta kasih sayang mereka dan modal buat gue dan sepupu abang/adik gue kalo nanti mau tukar cincin/merit (Opa aneh-aneh aja). Dilanjutin Opa/Oma memakaikan kalung untuk cucu perempuan, lalu gue dan para cucu lainnya nyerbu Oma/Opa untuk meluk dan cium. Hha ini paling seru Opa/Oma sampe bilang “Sudah sudahhh sesaaakkk”.

Oia, cincinya kegedeaan dijari gue, hha semua ukurannya sama, cucu kecil/besar ukuran cincinnya sama, coba bayangin Arthur dikasih cincin segede gitu, muat di hidung dia kali. Hha. Ya namanya juga cincin buat modal tuker cincin lah ya (-.-“).

Lanjut acara simbolis tanda kasih sayang dari cucu untuk Opa/Oma, gue sama Elsa maju memberikan buklet bunga Opa/Oma. Gue kasih bunga ke Oma, Elsa ke Opa.

Di iringi cucu yang lain nyanyi mengiringi pemberian buklet bunga.

Terus untuk acara kesan cucu terhadap Oma/Opa tidak jadi dibacakan, rupanya ad aide lain dari papa. Di LCD terdapat video editing yang berisi foto para cucu dan tulisan tentang kesan cucu kepada Opa/Oma satu persatu.

Rata-rata gue sama sepupu gue bilang Oma BAWEL! Dan Perhitungan soal anggaran duit! Hha

Terus untuk Opa pada bilang jarang ngobrol sm Opa, soalnya Opa kadang dingin. Tapi gue engga. Gue tulis kesan gue, Opa itu kantong doraemon dan pskitiater paling Top buat gaga.

Terus setelah video editing itu, dilanjutkan acara potong kue ulang tahun. Karena yang berulang tahun ada 3 yaitu ualng tahun pernikahan Oma/Opa ke 50, Elsa yang ke 17 dan Anggita yang ke 2th, kuenya pun di buat ada 3. yang paling seru waktu cucu semua maju untuk bantuin Opa/Oma tiup kue ulang tahunnya, Opa/Oma romantis banget niup berdua. Terus suap-suapan kue, so sweet banget.

MC membacakan sedikit tentang perjalanan Opa/Oma mengarungi rumah tangga. Wah gue bangga banget sama Opa, Opa dulu bukan dari kalangan berada, bahkan terhitung susah. Dulu ternyata Opa sempet ga lulu ujian sekolah lho. Hha dasar opa!.

Begini narasi yang dibacain kemarin, H. Sandoval lahir dari sepasang perantau di sebuah desa di norwegia (ternyata opa blasteran pula (-.-“) ), yang dulu kehidupan ekonominya sangat memprihatinkan. Tiba saat beliau sempat dinyatakan tidak lulus ujian tapi itu tidak mengehentikan karirnya sama sekali. Berawal dari di tawari menjadi seorang guru pembantu di sebuah sekolah di norwegia, lalu beliau merantau meninggalkan kedua orang tuanya, bertemu dengan Oma disebuah Apotik karena pada saat itu Oma bekerja di sebuah apotik. Tanpa pikir panjang Opa menyatakan cintanya pada Oma (sumpah ini narasinya begini tanpa di edit). Gayung bersambut, Oma menerima cinta Opa dan hanya butuh waktu 6 bulan mereka langsung melakukan pernikahan tanpa mengadakan pesta, hanya makan dan doa. Karena pada saat itu gaji buruh opa tidak mencukupi untuk melanjutkan hidup, opa kembali mengajak oma merantau ke Negara lain mengadu nasib. Lalu perjuangan Opa yang mempunyai berbagai pekerjaan membuahkan hasil yang maksimal. Dengan biaya seadaanya pada saat itu, beliau sukses menyekolahkan anak-anaknya sampai tinggi dan menjadi orang sukses. Di ikuti usaha beliau di bidang restoran, teknik pun menjulang tinggi mengumpulkan pundit-pundi yang kini dikumpulkannya masih untuk masa depan cucu-cucu nya nanti.

Ya segitu sih yang gue kutip dari kisah Opa/Oma, Cuma yang lucu kalimat “tanpa pikir panjang, Opa menyatakan cintanya kepada Oma, gayung bersambut cinta tak bertepuk sebelah tangan, Oma menerima cinta Opa” ini Opa nulis narasinya sadar ga sih? Hha bahasanya oii anda sudah berumur pak!.

Acara ini sukses banget, semua terhibur, semua sukacita. Dan gue masih suka senyum-senyum sendiri inget-inget kejadian lucu di acara kemarin. Inget cara ngomong Opa/Oma yang begitu polos. Inget waktu napak tilas kehidupan Opa/Oma dulu sampai mengeluarkan airmata.

Inget kalimat Opa di akhir acara yang bilang “keringatku ku peras demi keluargaku hingga nanti aku kembali menyatu dengan tanah” merinding banget dengernya.

Acara selesai sekitar pukul 23.00, yang di akhiri dengan doa dan ucapan selamat untuk Opa/Oma dari seluruh kerabat dan tamu yang hadir.

Kel. Sandoval mengucapkan terimakasih untuk semua pihak yang berpartisipasi dalam acara ini.

Kepada seluruh keluarga besar yang rela hadir di Jakarta.

Kepada semua rekan bisnis papa

Kepada semua rekan bisni mama

Kepada bpk. Gurbenur DKI Jakarta untuk kehadirannya

Kepada bpk bupati Kalimantan, batam, simalungun ( rekan bisnis papa ).

Kepada managemen Park Hotel untuk kenyamanan acara.

Untuk pemusik (childout, Edy santosa, N2MY benny)

Terimaksih untuk partisipasinya dalam kebahagiaan 50th anniversary Tn. Sandoval.

Dan secara pribadi engga pernah bosen-bosen mengucap syukur padamu ya ALLAH atas kebahagiaan keluarga ini, Alhamdulillah ya Allah acara ini berjalan sukses.


Rabu, 07 Juli 2010

kisahku

Ini untuk kesekian kalinya, dalam tulisan ini aku mengungkapkan semua hasrat yang ada dalam diri aku. Tentang kamu, masih tentang kamu 789. Masih tentang kisah kita yang sudah hampir memasuki pada umur 1 tahun.

Memang selalu saja ada pertengkaran diantara kita selama ini. Memang aku yang selalu melakukan kesalahan. Sampai terakhir aku berbuat kesalahan karena masih berhubungan sama wanita yang kamu benci. Tapi kamu salah kalau menilai aku masih mempunyai rasa sama perempuan itu. Engga ada sedikitpun rasa yang tertinggal untuk dia. Kamu harus percaya sama aku sayang. Karena aku engga pernah bermain-main sama hubungan kita. Memang kesalahanku dulu membuat hubungan ini menjadi renggang, bahkan kamu sendiri berubah drastis. Aku menerima keadaan ini semua, menerima kenyataan kalau perasaan kamu sudah tak seperti dulu. Sebenarnya sakit menjalani situasi seperti ini, terasa seperti cinta bertepuk sebelah tangan, karena aku merasa setiap apapun yang aku lakukan untuk buat kamu tersenyum, kamu respon dengan biasa saja. Engga ada kehangatan seperti yang dulu. Aku sadar mengembalikan seseorang dari rasa kekecewaan itu sangat berat. Maka sampai saat ini aku bertahan, bertahan dengan segala rasa sayang aku untuk kamu. Engga ada yang bisa dibohongi dari perasaan ini sayang. Semua orang tau, siapa wanita yang aku sayang, siapa yang selalu aku banggain? Seberapa besar rasa ini untuk kamu. Everybody knows it!

Aku engga punya perasaan apapun untuk dia yang kamu benci. Kalaupun ada, itu dulu jauh sebelum aku mengenal kamu, jauh sebelum kita melangkah sejauh 1 tahun ini. Lagi-lagi kita bertengkar disaat kita harusnya merayakan ulangbulan. 070710 harusnya menjadi hari yang membuat kita tersenyum, tapi apa yang aku lakukan? Aku membuatnya menjadi lautan emosi kamu. aku engga pernah bermaksud merusak semuanya sayang. Kalau ada kata yang lebih bermakna dan lebih baik dari kata maaf, aku pasti katakana untuk kamu. Sayangnya saat ini hanya ada kata maaf yang aku punya, yang sanggup aku ucapkan.

Aku gagal jadi pacar yang baik untuk kamu Ta, bukan buat kamu selalu tersenyum malah selalu buat kamu marah, menangis karena aku.

Kalau mengingat 12 bulan yang lalu, disaat aku belum mengatakan “aku sayang sama kamu” rasanya aku bisa tersenyum. Kamu inget ga? Waktu aku bilang “Cuma aku yang bisa buat kamu tersenyum”? Ternyata aku gagal, akulah orang yang paling berjasa nyakitin kamu. Aku ingin kembali kemasa lalu saat masih bisa membuat kamu tersenyum Ta, saat kita bisa bercanda, jayus-jayusan, ledek-ledekan (waNITA racun dunia) aku ingin kembali ke masa kamu bilang butuh aku “Gaga kamu dimana? I need you”. Mengenang masa dimana aku bisa jadi penenang disaat kamu menangis adalah hal terindah yang pernah aku rasakan tapi mungkin tak pernah mampu lagi aku lakukan. Aku adalah orang yang akan selalu bilang “AKUSAYANGKAMU” buat kamu Nyta. Aku engga perduli berapa banyak orang yang akan mencaci aku, aku bakal terus berteriak “AKU SAYANG KAMU NYTA”. Aku sayang kamu Ta, dan akan selalu ada kamu dihati aku. sampai kapanpun kamu ada dihatiku. Karena kamu adalah kehidupan untuk jiwa dan ragaku di bumi.

Because you live and breathe, because you make me believe in my self when nobody else can help, because you live girl my world has twice as many stars in the sky. <3>

By : pemujamu NITA MEY LIANG NING

Rabu, 14 April 2010

apa aja bolehh


HUAHAHAHAHHA….

Iseng-iseng tapi niat tapi iseng tapi niat tapi tapi tapiiii sapii…

Huehehehe, fotonya konyol apa bego ya? Ini karyanya Egan di lengan saya! Tadinya niat mau bikin inisial A R A aja di pergelangan tangan. A R A itu = Aryaan Rangga Arthur. Tapi waktu liat gambar burung poenix, aku ko suka ya? Jadilah aku pake poenix aja + inisial nama. Eh aku nyeplos nyebut inisial G N yang artinya? Gausah dikasih tau pasti taulah –“. Kepikiran, jadi nya bisa berubah haluan dari A R A jadi G N. Tapi ini kayanya tanganku iritasi deh, soalnya sempet berasa panas dan perih. Tapi aku gak nyesel sih, malah salting sendiri, gila kan? Emang sedang masa rehabilitasi dari sakit jiwa nih saya.

Gak mikirin deh ah saya. Next time mau buat A R A kalo udah punya duit, engga boleh boros saya nih pembaca. Oia setelah kejadian G N, aku jadi punya pikiran buat ……….. RAHASIA dulu ah, gamau ngumbar dulu. Liat nanti aja deh ya? See ya on next posting my readers J. GBU

I'm back

I’m back! Setelah 2 hari melalui ketakutan luar biasa yang engga tau gimana harus mengatasinya. Dimulai pada hari Jumat 09 april 2010, pagi saat aku bergegas pergi ke kampus. Tiba-tiba saja kakiku bergemetaran tanpa sebab. Ku pikir mungkin akibat udara kurang bersahabat, tapi tak lama kemudian aku terjatuh tanpa sebab. Tak ada seorangpun yang menabrakku ataupun menyenggolku. Aku tak ambil pusing mengapa aku terjatuh seperti itu. Aku terus melangkah menuju kampus.

Kejadian pagi itu tak pernah aku anggap, bahkan aku cuek saja seolah kejadian itu hanyalah kebetulan belaka. Tapi apakah mungkin sebuah kebetulan terulang untuk kedua kalinya bahkan mungkin ketiga kali?

Ya, aku terjatuh lagi tanpa sebab di depan lokerku. Awalnya ketika aku beranjak keluar kelas, kakiku bergemetaran lagi tanpa sebab. Lalu ketika aku hampir menyenuh lokerku, tiba-tiba aku terjatuh. Tapi anehnya aku engga merasakan sakit. Aku engga merasakan apa-apa saat itu. Sekali lagi pada saat itu aku hanya berpikir mungkin aku yang kecapean.

Jumat malam sudah menunjukan pukul 20.00. Aku gelisah, tapi bukan memikirkan kejadian yang aku alami pada hari itu. Entah kenapa aku gelisah, tak tenang, aku engga bisa berkonsentrasi pada tugas-tugasku.

Aarrgggggg… butuh seseorang untuk diajak bicara, tapi aku engga tau apa yang harus dibicarakan. Seperti sebuah dilemma besar dalam diriku. Bergumul sendirian tanpa mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada diriku.

Aku memutarkan Rubik ke 3ku setelah rubiks Cube 3x3 dan Cube 5x5, kini aku sedang mempelajari menyelesaikan Rubiks pyramid. Hanya bertahan 5 menit aku terpaku pada Rubiks pyramidku. Tiba-tiba aku melemparkannya dari tanganku, saat itu aku merasa ada yang mengganggu pikiran dan ketenangan emosiku. Aku kembali gelisah dan takut. Tapi tak pernah tau apa yang sebenarnya aku takutkan. Aku memutuskan datang kerumah Egan dengan maksud agar aku engga kesepian sendiri. Tapi ternyata disana ada teman-teman yang lagi party! Ya siapa lagi biangnya kalo bukan Nobel? Miras lah menjadi teman malam itu.

Sabtu 10 april 2010, dari awal aku beranjak dari tempat tidur kakiku kembali bergemetaran. Aku merasakan tapi ku hiraukan saja, aku gak ambil pusing. Aku kembali pada aktifitasku mengantarkan Koran. Dan setelah ku selesaikan tugasku pagi itu aku melaundry baju-bajuku. Tapi setelah aku pulang dari tempat laundry, ada kejadian lagi yang membuat aku terheran-heran. Saat itu aku sedang menonton re-play NBA, aku haus lalu mengambil segelas air. Tapi aku memecahkan gelas itu karena lagi lagi aku terjatuh!

Dan mulai sulit untuk berdiri kembali, mulai saat itulah aku memikirkan semua kejadian dari hari jumat sampai sabtu ini. Hey kenapa aku terjatuh? Aku engga minum semalam! Aku engga mabuk!. Oke aku mulai ketakutan sendiri, dan bekali-kali terulang lagi aku terjatuh. Aku memutuskan untuk mengirim sms ke mama agar dapat meneleponku.

Dan aku ceritakan semua kejadian dari awal hari jumat sampai sabtu. Aku bilang aku gelisah, aku takut, aku parno sendirian. Dan mamah mengingatkan ‘ kita sudah bahas ini waktu mamah kemarin disana kan? Sekarang kamu yang harus berpikir, apa kamu siap melawan ini semua atau kamu akan membiarkan dirimu kalah?’

Duaarrrr.. seketika ada aliran listrik yang mengalir ditubuhku yang mungkin menghentikan detak jantungku. Jadi ini maksud 3 hari belakangan ini? Tuhan tolong kasih aku kekuatan untuk menghadapi ini semua. Aku pasrahhh

Jumat, 09 April 2010

- - - -

Maaf pembaca, bila pada 2 postingan terakhirku aku seolah berani tegar untuk menghadapi kehidupanku yang seperti rubiks teracak-acak. Aku bertanggung jawab atas apa yang aku tulis kemarin-kemarin. Tapi bagaimana bila ternyata aku belum bisa menyelesaikan tanggung jawabku atas apa yang aku tulis? Bagaimana bila ternyata aku belum sanggup menjalani seperti apa yang aku tuliskan untuk MOVE ON! Aku malu, aku berani menulis, membentuk kalimat yang mendorong diriku sendiri untuk bangkit, tapi dalam kenyataannya aku masih saja RAPUH.

Tuhan, aku tidak mau dan tidak berhak protes dengan apa yang terjadi saat ini dalam hidupku. Memang rasanya begitu sulit melepaskan bayang-bayang dirinya dari hidupku. Disaat aku mulai untuk bangkit, disaat itupula aku terjatuh. Ada sebuah lagu

Ku tahu ini jalan yang terbaik untuk kita
Meski harus sakitnya terasa menikam jiwa
Untuk berpisah denganmu
Dan hilangkan semua rasa yang ada
Tak pernah terpikir olehku
 
Reff:
Lupakan saja cerita kita
Yang mungkin pernah tertanam dalam hati
Memang tak mudah berlari jauh
Meninggalkan manis senyummu
 
Kau yang pernah singgah di hatiku memberi damai
Namun perbedaaan antara kita memupuskan itu
Kini ku jauh darimu mencoba melawan hasrat yang ada
Sungguh tak terfikir olehku
 

Aku gak mau cengeng yaAllah, tapi dalam kenyataannya lagu ini memang menguak emosi jiwaku. Kenapa aku gak bisa mengendalikan perasaanku? Aku sudah terlanjur berucap tak akan lagi mengusik hidupnya. Tak akan adalagi wanita lain setelah dirinya. YaAllah kalau ini putaran Rubiks yang harus ku jalani, berikan aku kekuatan untuk terus berputar menjalani hidup yang sudah kau takdirkan.

Saat dimana aku menuliskan tulisan bodoh diblog ini, hanya Engkau yang tahu keadaan ragaku, batinku, jiwaku, hatiku dan pikiranku. Hanya Kau yang tahu misteri yang tersembunyi dibalik mata dan senyumku.

Mommy (Andi) sempat menemani aku mengobrol dan dia bilang

“Maybe, you should try diff gender for once *just kidding sonny-boy*”

My answered “hha, Maybe Yess”

Then he said “Men are less emotional and not as ‘labil’ as women though”

“LOL. Hha”

Dan tahu apa yang aku pikirkan? Aku mulai memikirkan apakah aku akan sama seperti mereka? Dalam waktu dekat ini? Pikiranku mulai terbanting, teracak-acak, kalimat itu terngiang di telingaku, di benakku. Apakah aku akan mencoba seperti mereka? Apalagi tepat sekali aku pernah bersumpah “engga akan adalagi wanita lain setelah kamu” ke Doi.

Arrggghhhhhhhh….

Aku harus bagaimana sekarang? Aku engga boleh begini. Tapi aku Rapuh, aku retak sedikit saja disentuh maka aku akan hancur dan hanya bersisa sebagai kepingan yang tak berharga lagi. Perasaan ini engga tahu harus aku luapkan kemana lagi, tumpahkan kemana lagi dan aku yang merasakannya sendiri penuh disesaki airmata.

Tapi lihat gambar yang ku unggahkan dalam postingan ini “Go Fix your self”

Mungkin seperti itupula cara Tuhan mengisahkan kisah hidupku. Engga akan ada orang yang bisa membenahi hidupku kecuali diriku sendiri. Dan mengingatkan kembali pada postingan sebelumnya tentang CUBER sejati, aku gak boleh nyerah. Aku harus bisa mencoba berdiri lagi dengan kakiku sendiri.

Eh pas banget nih, waktu nulis ini ditemani lagu “kekasih sejatiku adalah kesunyian” by closehead. Gini liriknya :

Kekasih sejatiku adalah kesunyian

Di dalam kegelapan dan ku ingin menjadi terang kembali

Merasa kehilangan hanyalah perasaan

Dalam kesendirian yang ku ingin sosok terangmu kembali

Semua langkahku kan ku raih

Saat ku terang kembali

Dulu kakiku hanyalah beralaskan setapak tanah

Kepalaku pun hanya beratapkan langit gelap

Kekasih sejatiku hanyalah kesunyian

Didalam kegelapan yang ku ingin sosok terang

Wah, lagu ini memberikan suntikan support lagi buat aku. Aku ingin jadi terang kembali dan meraih langkah-langkah putaranku.

Oke pembaca, bantu doa untuk aku memulai bangkit dari kerapuhan ini ya. Selama apapun waktu yang Tuhan berikan padaku untuk merasakan perih ini, aku akan belajar untuk ikhlas. Seberapa lamapun aku harus menjalani kegelapan dan menunggu terangku datang sampai bumi ini kembali gelap tak berkehidupan, selama itu pula nafas ini menghembuskan “ku selalu milikmu yang menyayangimu sepanjang hidupku”

Jangan samudra mengering

Jangan biarkan asinnya air laut berubah tawar

Jangan biarkan ombak berhenti berkejaran

Jangan biarkan pasir hilang tertiup angin

Biarkan dasar laut tetap bernyanyi

Melantunkan sebuah kehidupan suci

Yang terlahir diantara 2 hati

Meski tak lagi seiring berdiri

Biarkan kepiting dan udang hidup

Meski dengan tempat berbeda dalam laut

Meski jiwa melantunkan nada pilu

Ombak akan terus menyampaikan rasa rindu

CUBER a.k.a Depressedkids

gagasandoval

Kamis, 08 April 2010

Rubiks digambarkan sebagai sebuah kehidupan


Ini lanjutan tentang Rubiks yang menjadi cermin sebuah kehidupan.

Di twitter, temennya mantanku (Omnie) kemarin beradu argument sama aku.

Aku update twitter “ that’s why I Love my Rubiks, find the rite way to complete and solve them. And absolutely find the rite way to live our life”

Terus dia RT “ If life’s easy, Rubiks kan ada rumusnya, asal hafal 1 menit juga selesai”

Kalau dibahas Via twitter engga akan cukup beragument. Aku sempet mikir apa yang dia bilang itu benar, ternyata Rubik situ memang tak sesulit kehidupan. Tapi setelah aku pikirin dan aku lihat dari kenyataan hidup yang sudah aku rasain. Rubiks memang bisa digambarkan seperti kehidupan.

Sisi-sisi kehidupan yang teracak kini membutuhkan rumus untuk menyelesaikan, rumusnya adalah kesabaran, pengertian, pemahaman tentang hidup itu sendiri. Kita engga akan pernah bisa menyelesaikan sebuah Rubiks, kalau kita sendiri engga memahami Rubiks itu sendiri apa dan seperti apa. Sama seperti sebuah masalah/ujian/beban hidup, kapan kita akan menyelesaikannya kalau kita sendiri engga memahami masalah/ujian/beban hidup itu wujudnya seperti apa dan bagaimana. Rumusnya adalah, sabar, relax, berkonsentrasi, tekun, memahami, mengerti, mencari jalan dan berdoa.

Setelah kita bersabar, maka coba untuk relax dan berkonsentrasi memahami kehidupan yang kita jalani, setelah kita mengerti inti dan berdoa maka jawaban pasti akan terbuka. Sama seperti bermain Rubiks yang diputar-putar untuk menemukan jalan kembali kepada pasangan warna pada tiap sisinya. Engga perlu tegang menyelesaikan Rubiks, cukup relax, tenang dan santai.

Pada kenyataannya yang dibilang Omnie itu memang benar, kehidupan itu lebih sulit daripada menyelesaikan Rubiks. Tapi kita lihat dari sisi lainnya, kehidupan itu bersifat Hidup sedangkan Rubiks adalah benda mati yang hanya berpaku pada sentuhan manusia yang memainkannya. Kalo aku boleh ibaratin, manusia juga sama, kita berpasrah pada Tuhan yang mengisahkan hidup kita. Bedanya, kita bukan benda mati, kita hidup untuk melanjutkan apa yang diberikan Tuhan dan akan menempati apa yang dijanjikan Allah swt yaitu SURGA. Kita mempunyai hati, akal sehat, emosi dan arah hidup yang mungkin seperti sebuah Rubiks yang telah teracak-acak dan butuh PENYUSUNAN.

Aku engga bilang kalo Omnie salah, pendapat dia itu benar. Aku cuma mengibaratkan Rubiks dan Cubers itu mirip dengan kehidupan manusia. Perlu strategi untuk menyelesaikan Rubiks dan perlu strategi untuk kita melanjutkan hidup agar tidak tersesat dan jatuh. Terutama untuk pelajaran agar tidak putus asa dan terus tekun bersemangat.

Aku menggambarkan 2 orang CUBERs sedang memainkan Cube miliknya yang sudah teracak-acak. Ketika mereka mulai menyusun Cube’nya, dan ditengah jalan mereka menemukan kesulitan untuk menyelesaikan Cube. Salah seorang Cuber menghentikan permainnya dan menyerah dan Cubers kedua menarik nafasnya, memperhatikan kembali Cube miliknya yang masih teracak, dia memperhatikan Cube yang berada ditangannya sejenak dengan berkonsentrasi dan berfikir dan kembali memutar Cube miliknya tanpa menyerah hingga dia berhasil menyelesaikan Cube’nya meski dengan waktu yang lama.

Coba kita pilih jalan mana yang akan kita ambil? Membiarkan Cube yang aku ibaratkan sebuah ujian dalam hidup kita atau kita akan menarik nafas, memperhatikan, berkonsentrasi dan berfikir untuk menyelesaikannya meski memerlukan waktu yang cukup menguras tenaga?

Cubers pertama bukanlah Cubers sejati, dia tidak mampu berusaha menyelesaikannya. Samakah kita dengan Cubers pertama yang menyerah? Apabila kita stuck di tempat tanpa melakukan penyelesaian dari segala beban yang terjadi di hidup kita? Istilah kasar aku gunakan ialah seorang PECUNDANG.

Aku bukanlah seorang yang sudah bergaul dengan Rubiks, aku baru mengenalnya dari beberapa temanku yang memang menyenangi Rubiks. Tapi permainan ini memberikan support luar biasa dalam hidupku. Mengalihkan sejenak rasa dukaku, jenuhku dan bebanku. Membuat aku berfikir, membuat Otakku tidak malas, membuat aku mengisi waktuku dengan baik dan bermanfaat. Memberikan aku pemahaman baru tentang hidup yang ku gambarkan sebagai sebuah Rubiks, mendorongku menjadi manusia seperti Cubers sejati yang mampu menyelesaikan Rubiksnya dengan tenang meski harus melewati waktu yang panjang. Dan dari pemahaman ini juga aku belajar, bila aku mengerti dan bersikap tenang aku dapat menyelesaikan, membuang, menjinakkan beban dalam hiduku dengan sempurna. Aku belajar mengendalikan emosi, perasaan, hati, jiwa, batin dan arah hidupku. Dan mungkin lama-kelamaan tak butuh waktu lama untuk MOVE ON ! kembali lagi menjadi manusia utuh, yang akan siap di acak dan di uji lagi dan siap untuk menyelesaikannya kembali dengan mudah karena terbiasa dihadapkan dengan berbagai acakkan (ujian) yang akan diberikan Tuhan. Buat teman-teman yang baru bergabung dengan dunia Rubiks, selamat berjuang ya J.

CUBERS a.k.a depressedkids

Gagasandoval

*nb : dari sebuah benda mati aja Tuhan masih bisa kasih pelajaran unik. Ayo guys kita bangkit sama-sama. Jangan lari dari beban, tapi selesaikan dan lewati. Lihat kedepan dan berjalanlah !

Aku adalah aku yang aku jalani

Seperti barisan sel pada rubik

Aku berwarna tapi tak sedang menyatu

Aku cerah tapi rapuh

Berputar mencari keindahan

Penyatuan sebuah kisah yang tak pernah pudar

Lahir diantara 2 rasa bernama sayang dan cinta

Meski kali ini hanya tertelan dalam dada

Tapi aku terus berputar

Meski ribuan kali tersesat

Aku tetap mencari arah hidupku

Sampai aku menemukan keindahan dibalik misteri kisah cinta dan hidupku.


Senin, 05 April 2010

hidupku bagaikan rubiks



“Tuhan, aku berjalan menyusuri malam, setelah patah hatiku. Aku berdoa semoga ini terbaik untuknya”

Patah hati? Gak ada seorangpun di dunia ini yang mau dan bersedia merasakan sakitnya patah hati.

Kita sudah memutuskan untuk gak lagi menjalin hubungan. Dan kita mungkin menangis, entah apa yang kamu rasakan dan aku rasakan mungkin sama mungkin tidak. Tapi aku KEHILANGAN.

Saat ini hanya Rubik yang mampu mengalihkan sedihku sejenak. Kalau boleh aku jabarkan, saat ini Jiwa, Hati, Perasaan, Pikiran, Emosi dan Hidupku, ku gambarkan seperti sebuah Rubik Kubus dengan 6 warna berbeda antara sisi satu dengan yang lainnya. Yang pada awal kita buka dari pelastik pembungkusnya, masing-masing sisinya terbentuk oleh 9 kotak yang sewarna. Sama seperti pertama kita dilahirkan kedunia, belum teracak.

Tapi kugambarkan saat ini 6 warna itu tak lagi menyatu, tak sempurna, perlu sentuhan untuk menyusun dan menyempurnakannya kembali ke dalam masing-masing warna pada tiap sisinya.seperti sebuah perjalanan hidup. Begitulah Jiwa, Hati, Perasaan, Pikiran dan Arah Hidupku, berantakan tak pada keindahan bila tiap warna itu menyatu. Aku butuh waktu untuk mencari dan menyusun Rubik tersebut agar kembali pada tiap-tiap sisi dengan kesatuan warna yang seragam. Begitupun aku harus menyusun hidupku kembali yang teracak-acak. Dan Rubik tak mungkin menyusun sendiri warnanya, aku butuh sentuhan dan sebuah pikiran. Dan aku tahu sentuhan itu adalah Tuhanku pemilik hidupku. Semua jalan untuk menyempurnakan hidupku, aku pasrahkan kepada ALLAH swt. Meski harus berputar dan tersesat dahulu, aku tahu akhirnya akan sempurna dan indah.

Dan Rangga yang kini hidupnya bagaikan Rubik yang teracak dan mencari jalan untuk menyusun dan menyempurnakannya kembali yang merupakan akhir dari pencarian yang panjang dan rumit.



Salah kamu bilang aku gak mikirin perasaan kamu, salah kamu bilang aku dengan gampangnya BERNOSTALGIA tanpa mikirin perasaan kamu. Kamu engga tau rasanya tiap kali aku menahan rasa kangen aku untuk sekedar basa basi ke kamu. Aku gak bias lakukan itu, tau rasanya? PERIH. kita harus mencoba untuk bangun dan berdiri lagi. Bernostalgila mungkin bisa sedikit mengalihkan pikiran aku dari kamu, tapi ternyata aku kembali melakukan kesalahan, ternyata kamu sakit dengan sikap aku lagi. aku minta maaf. Aku tau kita berdua sudah jatuh, tapi kamu selalu bilang “kamu baik-baik ya? Takcare, GBU”.

Kamu inget? Terakhir aku bilang “aku gak akan mengusik hidup kamu lagi”. Sekaranglah bagian tersulit dari perjalanan kisah aku dan kamu. berhenti mengusik dan segera keluar dari hidup kamu. Jadi aku berusaha mengalihkan semua pikiran aku tentang kamu ke dalam bentuk apapun terutama mungkin aku mencoba mengasyikan diri dengan bergelut dengan Rubik. Tapi kamu tau? Itu hanya sementara, ketika aku stuck dan tak bisa berbuat apa-apa lagi, dalam hati ini lahir lagi rasa kangen sama kamu. Tapi aku sudah berjanji untuk gak ngusik kamu lagi, aku harus bertahan untuk ini. Harusnya kini kita sudahi rasa sakit kita berdua, aku juga gamau kamu simpen rasa sakit sendiri.

Terimakasih kamu masih menanyakan keadaan aku, tapi mungkin rasanya sudah cukup. Aku salah, aku meminta maaf sama kamu, maaf sebesar-besarnya atas semua-semua kelakuan aku yang buat kamu kecewa.

Kamu harus berdiri lagi dan kita sudah berjalan masing-masing, kembali kepada hidup yang berbeda. Bukan aku sudah gak sayang sama kamu, tapi keputusan kamu mungkin sudah bulat dan kita harus kuat menjalani semuanya.

Kita sudah terlepas dari suatu hubungan, tapi mungkin hati dan pikiran kita belum terlepas satu sama lain. Tapi aku berharap kamu bisa lepasin aku dari pikiran kamu. mungkin lebih baik kamu melupakan aku, kita hentikan penyiksaan ini. Jujur berkali-kali aku bertahan untuk tidak mengusik kamu lagi. Kamu menanyakan keadaanku, aku bimbang untuk menjawabnya karena teringat “aku gak akan mengusik hidup kamu lagi”.

Semoga kamu mengerti maksud tulisan ini, maaf aku hanya sanggup bicara lewat tulisan bodoh ini. Karena aku masih memegang kalimat “aku gak akan mengusik hidup kamu lagi” dan aku takut untuk melanggarnya.

Dan mungkin memang benar yang kamu bilang “It’s Over”, semuanya mungkin sudah berakhir dan aku terlambat menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya.

Terimakasih untuk semua cinta kasih yang pernah kamu berikan sama kamu. terimakasih untuk rasa damai yang kamu berikan dalam hidup aku. sekali lagi aku minta maaf hanya berani menyampaikan semua lewat tulisan ini. Doaku semoga kamu sadar ada seorang lelaki di dekat kamu yang menyayangi kamu tulus dan jauh lebih baik dari aku. Semoga kamu temukan cinta di hatinya dan kamu bahagia selamanya. Amiin. GBU. Dan aku mencoba belajar berlapang dada.

“Mungkin aku tidaklah sempurna, tetapi hatiku memilikimu sepanjang umurku. Mungkin aku tak bisa memiliki dirimu seumur hidupku”

Cubers a.k.a depressedboyoflife

Gaga sandoval